Manajer Manchester City, Pep Guardiola, melontarkan pembelaan terhadap aksi selebrasi emosional para pemainnya setelah menumbangkan Arsenal 2-1 di Stadion Etihad pada Minggu (19/4/2026) malam.
Kemenangan krusial tersebut memangkas jarak poin Manchester City menjadi hanya terpaut tiga angka dari pemuncak klasemen Liga Inggris, Arsenal, dengan tabungan satu pertandingan lebih sedikit dari pesaingnya tersebut.
Aksi perayaan kemenangan yang melibatkan kiper Gianluigi Donnarumma yang melompat ke tribune penonton tersebut memicu kritik dari sejumlah pundit sepak bola seperti Wayne Rooney dan Danny Murphy.
Melansir laporan dari Bola, Wayne Rooney menilai selebrasi tersebut berlebihan, sementara Danny Murphy menganggap perayaan itu terlalu besar mengingat posisi Arsenal yang sebenarnya masih memimpin klasemen sementara.
"Pemain merayakan karena tahu nilai dari lawan yang dihadapi. Mereka tahu jika kami tidak menang, maka selesai sudah peluang kami," ujar Pep Guardiola, Manajer Manchester City, saat memberikan tanggapan resmi.
Guardiola menegaskan bahwa ekspresi kebahagiaan adalah hak pemain selama tetap menghormati lawan dan pendukung tim tamu, terutama dalam laga yang dianggap layaknya sebuah pertandingan final bagi skuatnya.
Manchester City tercatat telah mengoleksi 65 gol dari 32 pertandingan musim ini, sedangkan Arsenal mengumpulkan 63 gol dari 33 laga yang telah mereka jalani di kompetisi domestik.
Persaingan gelar juara akan semakin memanas jika City mampu mengalahkan Burnley pada Kamis (23/4/2026) dini hari mendatang, yang akan membuat perolehan poin kedua tim menjadi sama besar yakni 70 poin.
Penentuan posisi klasemen jika terjadi poin yang sama akan merujuk pada keunggulan selisih gol, di mana saat ini lini pertahanan City telah kebobolan 29 kali berbanding 26 milik Arsenal.