Ibu di Rock County Tikam Putri Remaja untuk Lindungi dari Elon Musk

Seorang ibu di Rock County, AS, menikam putrinya yang berusia 14 tahun hingga tewas pada 20 Maret 2026, karena ingin melindunginya dari Elon Musk.

Seorang wanita di Rock County, Amerika Serikat, diduga menikam putrinya yang berusia 14 tahun hingga tewas. Tindakan keji ini, yang terjadi pada 20 Maret 2026, didasari oleh klaim sang ibu untuk melindungi anaknya dari miliarder Elon Musk. Kasus tragis ini mengungkap kondisi mental pelaku yang kompleks.

Komisaris Pengadilan Jack Hoag dari Rock County pada Senin (30/3/2026) menetapkan jaminan sebesar USD 1 juta, setara sekitar Rp 17 miliar, untuk Tyiece Oninski (41) dari kota Turtle. Permintaan pengacara Oninski untuk menurunkan jaminan, dengan alasan kliennya menerima bantuan kesehatan mental, ditolak oleh pengadilan. Hoag menetapkan jaminan tinggi karena meyakini Oninski merupakan ancaman bagi masyarakat, mengingat dugaan pembunuhan, pernyataan yang dibuatnya, serta catatan pengadilan sebelumnya terkait penganiayaan dan perilaku kekerasan.

Dikutip dari Detik iNET, pengaduan kriminal yang diajukan di Pengadilan Sirkuit Rock County pada hari Senin (30/3/2026) mengungkapkan bahwa Oninski melakukan panggilan 911 selama 13 menit pada 20 Maret. Ia menyatakan telah membunuh putrinya sehari sebelumnya di rumah mereka, tepatnya di Jalan East Gorton blok 2000, kota Turtle, dekat Beloit. Saat ditanya apakah putrinya memerlukan bantuan medis, Oninski justru meminta agar dikirimkan mobil jenazah.

Pihak berwenang, termasuk deputi sheriff dan polisi kota Beloit, menemukan gadis tersebut di teras rumah dalam keadaan tidak bernyawa. Ia ditemukan tergeletak di lantai dengan dua luka tusukan dalam di lehernya dan satu luka tusukan di pergelangan tangan. Temuan polisi menunjukkan tidak ada tanda-tanda perlawanan atau luka membela diri pada tubuh korban.

Menurut laporan GazetteXtra pada Rabu (1/4/2026), Oninski juga mengaku berusaha mengakhiri hidupnya setelah melakukan tindakan tersebut. Remaja tersebut diperkirakan telah meninggal dunia beberapa jam sebelum ditemukan. "Ya, saya membunuhnya untuk melindunginya dari orang lain, titik," kata Oninski kepada kepolisian. Ia kemudian menjelaskan bahwa tindakan penusukan itu dilakukan untuk "melindunginya dari Elon Musk".

Pihak berwenang belum mengklarifikasi ancaman spesifik yang Oninski yakini mungkin ditimbulkan oleh Elon Musk terhadap putrinya. Elon Musk sendiri dikenal sebagai seorang miliarder sekaligus pemimpin berbagai perusahaan besar seperti SpaceX, Tesla, dan platform media sosial X (sebelumnya Twitter).

Laporan toksikologi menunjukkan bahwa Oninski positif mengandung benzodiazepin, amfetamin, dan THC dalam darahnya. Sementara itu, pengacara Oninski, Matt Lantta, berargumen bahwa kliennya miskin dan menunjukkan tanda-tanda gangguan mental sebagai alasan untuk jaminan yang lebih rendah. Saat ini, Oninski masih mendekam di penjara dan dijadwalkan untuk hadir dalam sidang awal yang ditunda pada 14 April.

Recommended