Igor Tudor Terancam Dipecat dari Tottenham Hotspur

Tekanan menghantui Igor Tudor. Kekalahan dari Fulham memperburuk posisinya sebagai pelatih Tottenham Hotspur yang baru menjabat.

Tekanan besar kini menghantui kursi kepelatihan Igor Tudor di Tottenham Hotspur. Masa jabatannya sebagai pelatih interim bisa berakhir sebelum tiga pekan akibat performa tim yang terus menurun.

Kekalahan 1-2 dari Fulham menjadi hasil negatif kedua bagi Tudor sejak ditunjuk sebagai pelatih. Ini juga menandai kekalahan keempat beruntun bagi Tottenham Hotspur.

Akibatnya, Tottenham terpuruk di posisi ke-16 klasemen Liga Inggris dengan hanya 29 poin, hanya empat poin di atas zona degradasi dengan sepuluh pertandingan tersisa.

Tudor mengakui kekecewaannya usai pertandingan. Ia menilai timnya kalah dalam banyak aspek, termasuk kecerdasan bermain. "Mereka tiba lebih dulu dari kami," kata Tudor. "Mereka bisa memprediksi, sedangkan kami selalu terlambat dalam segala hal. Itu masalahnya."

Walau Nottingham Forest dan West Ham United juga kalah, situasi Tottenham tetap tidak aman. Ricky Sacks, seorang podcaster Spurs, khawatir manajemen dapat mengambil langkah ekstrem untuk menyelamatkan musim.

"Tudor datang ke dalam sebuah pertarungan di mana, jujur saja, saat ini saya benar-benar tidak yakin apakah kami sudah membuat keputusan yang tepat," ujar Sacks di "talkSPORT Breakfast".

Sacks menambahkan, Tudor mungkin tidak menyadari betapa kacaunya kondisi klub ini sampai ia benar-benar berada di dalamnya. Ia tidak akan terkejut jika klub memutuskan mengganti pelatih lagi setelah satu atau dua kekalahan lagi.

Sorotan pada Pendekatan Tudor

Sacks juga menyoroti pendekatan Tudor dalam dua laga awalnya. "Saya khawatir dalam dua pertandingan pertamanya, dia masuk dan benar-benar mengubur mereka," ujarnya.

Ia mempertanyakan efektivitas pendekatan tersebut untuk mendapatkan hasil dari tim yang dihantam badai cedera dan hanya memiliki 12 atau 13 pemain yang fit.

Jika dipecat, Tudor akan menjadi pelatih ketiga Tottenham musim ini. Thomas Frank, yang menggantikan Ange Postecoglou, sebelumnya dipecat setelah delapan bulan.

Kandidat Pengganti

Ally McCoist, mantan manajer Rangers, menyebut Glenn Hoddle atau Harry Redknapp sebagai kandidat yang seharusnya dipertimbangkan sejak pemecatan Frank. McCoist merasa penunjukan Tudor agak aneh dan khawatir dengan bahasa tubuh beberapa pemain Spurs.

Menurut McCoist, Hoddle atau Redknapp bisa memberikan dorongan dan mengangkat suasana di klub.

Tudor kini menghadapi Crystal Palace dalam laga yang wajib dimenangkan. Kekalahan dapat memicu perubahan lain di kursi pelatih.

Recommended