Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tampaknya masih harus menghadapi ujian berat pada perdagangan hari ini, Rabu (18/2/2026). Setelah ditutup melemah signifikan sebesar 0,64% ke posisi 8.212,2 pada akhir pekan lalu, sentimen global dan regional kini membayangi pergerakan indeks domestik. Investor patut waspada mengingat dinamika pasar yang masih fluktuatif di tengah minimnya katalis positif baru.
Kondisi pasar di kawasan Asia-Pasifik juga terpantau kurang bergairah pagi ini. Lesunya aktivitas perdagangan di kawasan regional tidak lepas dari pengaruh libur panjang Tahun Baru Imlek di sejumlah negara mitra dagang utama Indonesia. Hal ini biasanya berdampak pada volume transaksi yang cenderung sepi dan pergerakan harga yang terbatas, sehingga para pelaku pasar lebih memilih untuk bersikap wait and see atau melakukan aksi ambil untung jangka pendek.
Meskipun Wall Street sempat mencatatkan penguatan tipis pada perdagangan Selasa (17/2/2026), tekanan pada sektor perangkat lunak (software) menjadi penghambat laju kenaikan yang lebih tinggi. Bagi para trader harian, kondisi pasar yang bergerak dalam rentang konsolidasi seperti ini justru sering kali memunculkan peluang swing trade pada saham-saham dengan fundamental kuat maupun yang memiliki pola teknikal menarik. Berikut adalah rangkuman strategi dan analisis dari para pakar untuk navigasi portofolio Anda hari ini.
Proyeksi Pasar dan Sentimen Global
Pergerakan IHSG saat ini sedang berada dalam fase krusial. Pelemahan yang terjadi sebelumnya menunjukkan adanya tekanan jual yang cukup masif di level psikologis 8.200. Secara teknikal, jika indeks tidak mampu bertahan di atas level dukungan (support) terdekatnya, maka ruang koreksi menuju level yang lebih rendah masih terbuka lebar.
Kondisi ini diperparah dengan belum adanya sentimen penggerak utama dari dalam negeri. Fokus pasar saat ini tertuju pada rilis data ekonomi global dan kebijakan suku bunga bank sentral yang akan mempengaruhi aliran modal asing (capital flow) di pasar reguler.
Rekomendasi Mandiri Sekuritas: Fokus pada Energi dan Media
Analis Mandiri Sekuritas melihat adanya potensi teknikal rebound pada beberapa saham lapis kedua yang memiliki basis volume cukup stabil. Fokus utama tertuju pada sektor energi dan media.
1. PT Darma Henwa Tbk (DEWA)
Emiten jasa pertambangan ini menunjukkan sinyal akumulasi yang menarik untuk diperhatikan.
-
Rekomendasi: Buy
-
Harga Penutupan: 620
-
Target Harga: 635
-
Support/Stop Loss: 610
-
Resistance: 635
2. PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM)
WIIM masih bertahan dalam tren konsolidasi positifnya dengan potensi penguatan menuju area resistance baru.
-
Rekomendasi: Buy
-
Harga Penutupan: 2.070
-
Target Harga: 2.150
-
Support/Stop Loss: 2.050
-
Resistance: 2.150
3. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA)
Sektor media mulai menunjukkan geliat seiring dengan rotasi sektor yang terjadi di pasar modal.
-
Rekomendasi: Buy
-
Harga Penutupan: 306
-
Target Harga: 316
-
Support/Stop Loss: 302
-
Resistance: 316
Strategi BNI Sekuritas: Manfaatkan Momentum Breakout
BNI Sekuritas menyarankan investor untuk lebih selektif dan menggunakan strategi Buy if Break atau Speculative Buy pada saham-saham yang sedang menguji level resistensi kuat.
Pilihan Saham Unggulan BNI Sekuritas
-
PANI: Spec Buy di area 10.450-10.800. Target harga terdekat berada di 10.950-11.300 dengan batas cutloss di bawah 10.225.
-
BUMI: Buy if Break 296. Target kenaikan jangka pendek menuju 304-320. Batasi risiko jika harga turun di bawah 286.
-
DEWA: Buy if Break 620. Saham ini juga menjadi perhatian dengan target harga 640-660 dan cutloss di bawah 600.
-
RAJA: Spec Buy di rentang 4.850-4.890. Target harga menuju 4.930-5.000 dengan cutloss di bawah 4.800.
-
INET: Buy if Break 388. Target penguatan di 396-410, waspadai jika turun di bawah 374.
-
INDY: Spec Buy di area 3.480-3.560. Target harga 3.620-3.680 dengan cutloss di bawah 3.470.
Analisis Gelombang MNC Sekuritas: Waspada Tekanan Jual
Berbeda dengan pendekatan sebelumnya, MNC Sekuritas menggunakan analisis Elliot Wave untuk memetakan posisi harga saham dalam siklus trennya. Beberapa saham direkomendasikan untuk dibeli saat melemah (Buy on Weakness).
Detail Analisis Teknikal MNC Sekuritas
PT Indika Energy Tbk (INDY) INDY terkoreksi 0,84% ke level 3.560. Meskipun masih didominasi tekanan jual, volume penjualannya mulai menyusut. Saat ini INDY diprediksi berada di bagian dari wave [ii] dari wave 5.
-
Buy on Weakness: 3.190-3.420
-
Target Price: 3.840, 4.070
-
Stop Loss: di bawah 3.150
PT Indosat Tbk (ISAT) ISAT menguat tipis ke 2.230 namun geraknya terhambat oleh garis MA60. Estimasi saat ini, ISAT berada di awal wave [iii] dari wave C.
-
Buy on Weakness: 2.120-2.180
-
Target Price: 2.310, 2.400
-
Stop Loss: di bawah 2.090
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) MAPI mencatatkan kenaikan 2,32% ke 1.325 dibarengi volume pembelian yang signifikan. Posisi saat ini diperkirakan berada pada wave [iii] dari wave A dari wave (B).
-
Buy on Weakness: 1.265-1.305
-
Target Price: 1.385, 1.440
-
Stop Loss: di bawah 1.255
PT United Tractors Tbk (UNTR) Berbeda dengan yang lain, UNTR justru direkomendasikan untuk dijual saat menguat (Sell on Strength). Meski naik ke 29.400, posisinya rawan koreksi lanjutan menuju rentang 26.375-28.325.
-
Sell on Strength: 29.575-29.800
Tips Trading Aman di Tengah Volatilitas
Dalam menghadapi pasar yang diprediksi melemah, kedisiplinan terhadap rencana trading (trading plan) adalah kunci utama. Selalu gunakan stop loss untuk memitigasi risiko jika pergerakan harga tidak sesuai ekspektasi. Selain itu, pantau terus rilis data makroekonomi yang dapat merubah arah pasar secara mendadak.