Iran Bantah Tudingan Luncurkan Rudal ke Pangkalan AS-Inggris

Iran membantah tudingan meluncurkan rudal balistik ke pangkalan militer Diego Garcia, yang dioperasikan oleh Inggris dan AS.

Iran membantah telah meluncurkan rudal balistik ke pangkalan Diego Garcia, sebuah fasilitas militer yang dioperasikan bersama oleh Inggris dan Amerika Serikat di Samudra Hindia. Bantahan ini muncul setelah adanya tuduhan bahwa Iran telah menargetkan pangkalan tersebut dengan rudal canggih.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan bahwa tuduhan tersebut merupakan bagian dari disinformasi. Pernyataan ini juga menyusul komentar dari Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, yang menyatakan bahwa aliansinya belum dapat mengonfirmasi klaim Israel mengenai penggunaan rudal balistik antarbenua Iran dalam insiden tersebut.

Baghaei menulis di platform X, "Fakta bahwa Sekretaris Jenderal NATO (yang dikenal sering menekan negara-negara anggota Aliansi agar menuruti AS dan mendukung perang ilegal mereka terhadap Iran) pun menolak membenarkan disinformasi terbaru Israel, sudah menjadi bukti nyata: dunia telah benar-benar muak dengan narasi-narasi palsu usang dan tidak bisa dipercaya ini."

Sebelumnya, media AS, termasuk The Wall Street Journal, melaporkan bahwa rudal-rudal itu diluncurkan antara Kamis malam hingga Jumat pagi, tetapi gagal mencapai pangkalan Diego Garcia.

Jika terbukti benar, serangan ini menunjukkan bahwa Iran memiliki rudal balistik dengan jangkauan 4.000 km atau lebih, yang berpotensi mencapai ibu kota Inggris.

Awal bulan ini, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dalam wawancara dengan NBC, mengatakan, "Kami secara sengaja membatasi jangkauan (rudal) kami di bawah 2.000 km karena kami tidak ingin dianggap sebagai ancaman oleh siapa pun di dunia."

Menteri Pertahanan Inggris, John Healey, menyatakan bahwa dua rudal Iran diluncurkan ke arah Diego Garcia. Dalam pernyataannya di Parlemen, Healey mengatakan satu rudal jatuh sebelum mencapai target dan satu lagi berhasil dijatuhkan.

Sementara itu, Menteri Perumahan Inggris, Steve Reed, menyatakan bahwa Inggris tidak melihat indikasi bahwa Iran berniat atau mampu menjangkau negara tersebut dengan rudal-rudalnya.

Pangkalan udara militer gabungan Inggris-AS ini menampung sekitar 2.500 personel, sebagian besar warga Amerika, dan telah mendukung berbagai operasi militer AS dari Vietnam hingga Irak dan Afghanistan, serta serangan terhadap kelompok Houthi di Yaman.

Kepala Militer Israel, Eyal Zamir, mengklaim bahwa Iran menggunakan rudal balistik antarbenua dua tahap dengan jangkauan 4.000 km untuk menargetkan Diego Garcia.

Israel, sebagai sekutu dekat AS, menuding program rudal dan nuklir Iran sebagai ancaman dan telah lama melobi AS untuk melakukan intervensi militer. Namun, pemerintahan AS yang silih berganti selalu menahan diri dari tekanan untuk melancarkan serangan militer terhadap Iran. Namun kini, AS akhirnya menyerang Iran.

Recommended