Iran Izinkan Beberapa Negara Lewati Selat Hormuz

Iran memberikan izin jalur aman bagi kapal beberapa negara melewati Selat Hormuz di tengah konflik dengan AS dan sekutunya.

Di tengah konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, Iran dilaporkan masih membuka Selat Hormuz untuk sejumlah negara, kecuali AS dan sekutunya.

Selat Hormuz memiliki peran strategis karena sekitar 20% pengiriman minyak dunia dari Timur Tengah melewati jalur ini.

Sebelumnya, pada 2 Maret 2026, Ebrahim Jabari, penasihat senior panglima tinggi IRGC, sempat mengumumkan penutupan resmi selat tersebut, dengan ancaman membakar kapal yang mencoba melintas.

Tindakan tersebut sempat memicu lonjakan harga minyak hingga menembus US$ 100 per barel, dari harga sebelum perang yang berada di kisaran US$ 65. Harga minyak mentah Brent, sebagai patokan internasional, naik 2,5% menjadi US$ 105,70 per barel pada perdagangan Senin (16/3/2026).

Kenaikan tersebut tercatat lebih dari 40% dibandingkan harga pada 28 Februari 2026, sebelum konflik dimulai. Sejumlah negara kemudian mendekati Iran untuk meminta jaminan jalur aman bagi kapal-kapal mereka.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa sejumlah negara telah meminta jalur aman bagi kapal mereka dan keputusan tersebut diserahkan kepada militer Iran. Hal ini seperti dikutip dari Al Jazeera, Selasa (17/3/2026).

Aragachi menambahkan, beberapa kapal tanker dari negara tertentu telah diizinkan melintasi Selat Hormuz, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Berikut daftar negara yang kapalnya tercatat melintasi Selat Hormuz dengan aman:

1. Pakistan

Bloomberg News melaporkan sebuah kapal tanker Aframax berbendera Pakistan bernama Karachi berlayar keluar dari Teluk melalui Selat Hormuz pada hari Minggu (15/3).

2. India

Duta besar Iran untuk India, Mohammad Fathali, pada hari Sabtu (14/3), menyebut Teheran telah mengizinkan beberapa kapal India melewati Selat Hormuz sebagai pengecualian langka terhadap blokade.

Fathali tidak memberikan jumlah pasti kapal yang diizinkan. Namun, New Delhi menyatakan dua kapal tanker berbendera India yang membawa gas petroleum cair menuju pelabuhan di India barat telah melewati selat tersebut pada hari yang sama.

3. Turki

Menteri Transportasi dan Infrastruktur Turki, Abdulkadir Uraloglu, menyampaikan kepada media Turki bahwa sebuah kapal Turki diizinkan melewati selat setelah mendapat izin dari Teheran.

"Ada lima belas kapal [dengan pemilik berkebangsaan Turki] di sana. Kami memperoleh izin dari pihak berwenang Iran untuk salah satu kapal yang telah menggunakan pelabuhan Iran, dan kapal itu lolos pemeriksaan," kata Uraloglu.

4. China

China sedang bernegosiasi dengan Iran untuk mendapatkan izin bagi kapal pengangkut minyak mentah dan gas alam cair mereka dari Qatar agar dapat melewati Selat Hormuz dengan aman.

Negeri Tirai Bambu memiliki hubungan baik dengan Iran dan bergantung pada pasokan minyak bumi dari Timur Tengah. Mereka mendesak Iran untuk memberikan jalur aman bagi kapal-kapal mereka.

5. Prancis dan Italia

Financial Times Inggris melaporkan, mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya, bahwa dua negara Eropa tersebut telah meminta pembicaraan dengan Iran terkait izin bagi kapal-kapal mereka untuk melewati selat tersebut.

Recommended