Calon jemaah haji asal Indonesia mulai memadati Kota Suci Makkah Al-Mukarramah pada awal bulan Zulhijjah 2026 seiring dengan meningkatnya arus kedatangan tamu Allah dari berbagai penjuru dunia. Para jemaah tiba di Tanah Haram dengan suasana haru setelah menempuh perjalanan jauh demi menunaikan rukun Islam kelima.
Kawasan Masjidil Haram kini terpantau dipenuhi oleh jemaah yang bersiap melaksanakan rangkaian ibadah haji, sebagaimana dilansir dari Medcom. Makkah menjadi pusat konsentrasi jemaah karena menjanjikan keamanan serta pelipatan ganda pahala bagi setiap aktivitas ibadah yang dilakukan di wilayah tersebut.
Selain peningkatan jumlah massa, para jemaah diimbau untuk menjaga kekhusyukan dan kesucian diri selama berada di wilayah sakral ini. Kehadiran jemaah di Makkah pada bulan Zulhijjah menandai dimulainya fase puncak dari rangkaian perjalanan ibadah haji tahun ini.
Sebagai bentuk rasa syukur atas kesempatan menginjakkan kaki di tempat suci, para ulama menganjurkan jemaah yang tengah berihram untuk memanjatkan doa khusus saat memasuki kawasan Tanah Haram. Penekanan ini diberikan agar jemaah senantiasa memohon perlindungan dari murka Allah serta siksa api neraka.
Anjuran pembacaan doa tersebut merujuk pada kitab Al-Wasail al-Syafi’ah karya Al-Muhaddits Muhammad bin ‘Ali Khirid al-Alawi al-Husaini al-Tarimi. Doa yang dipanjatkan berisi permohonan kemuliaan bagi Baitullah serta keselamatan bagi mereka yang melaksanakan haji maupun umrah.
"Ya Allah, tambahkanlah Baitullah ini kemuliaan, keagungan dan kewibawaan, tambahkanlah kemuliannya, agungkanlah ia dari orang yang haji atau umrah menujunya, muliakan, agungkan dan baguskan," demikian bunyi petikan arti doa yang dianjurkan bagi jemaah saat memasuki wilayah Makkah.
Membaca doa tersebut saat pertama kali tiba diharapkan mampu membantu jemaah dalam menata hati agar lebih fokus menjalani manasik haji. Mengingat status Makkah sebagai tempat aman, setiap detik di Masjidil Haram dimanfaatkan jemaah untuk berzikir dan memohon ampunan secara intensif.