Johnny Jansen Menangis Saat Ungkap Masa Depan di Bali United

Pelatih Bali United Johnny Jansen meneteskan air mata saat membahas kontrak baru dan kerinduan mendalam pada keluarganya di Belanda.

Kemenangan telak Bali United dengan skor 4-1 atas Bhayangkara FC dalam pekan ke-33 BRI Super League 2025/2026 menghadirkan momen emosional bagi sang pelatih. Sukses mengamankan poin penuh, masa depan juru taktik asal Belanda tersebut justru menjadi sorotan utama setelah pertandingan usai.

Seperti dikutip dari Bola, Manajemen Bali United dikabarkan telah membuka pembicaraan mengenai perpanjangan kontrak baru. Kendati demikian, juru taktik asal Belanda itu lebih memilih durasi kontrak pendek selama satu musim ketimbang kesepakatan jangka panjang.

Keputusan tersebut diambil karena alasan personal yang cukup berat bagi sang pelatih. Anggota keluarganya saat ini masih menetap di kampung halamannya dan belum bisa mendampingi dirinya selama bertugas di Pulau Dewata.

Kesedihan mendalam tidak mampu dibendung oleh sang pelatih saat menceritakan kondisi keluarganya. Air mata Johnny Jansen bahkan sempat pecah di depan publik, momen yang menjadi kali pertama terjadi sejak dirinya resmi menukangi Serdadu Tridatu.

"I juga memikirkan soal membawa keluarga ke sini. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan tahun ini," terangnya.

"Keluarga saya datang ke Bali dan mereka sangat menyukai tempat ini. Tetapi saya merindukan keluarga saya, itu sudah pasti. Saya juga sangat merindukan putri kecil saya dan ingin bertemu dengannya. Itu sangat penting bagi saya," tambahnya.

Guna melepaskan rasa rindu tersebut, mantan pelatih PEC Zwolle ini dipastikan akan langsung bertolak ke Belanda setelah kompetisi musim ini berakhir. Momentum libur pasca-laga kontra Dewa United di pekan terakhir bakal dimanfaatkan sepenuhnya untuk berkumpul bersama anak dan istrinya.

Kelanjutan Negosiasi Kontrak dan Nasib Skuad

Meskipun belum ada hitam di atas putih, diskusi mengenai masa depan sang pelatih bersama tim manajemen terus berjalan ke arah yang positif. Negosiasi masih tertahan pada beberapa detail klausul yang perlu disepakati oleh kedua belah pihak.

"Saya sedang berbicara dengan klub tentang tahun depan. Jadi itu benar, tetapi kami belum menandatangani apa pun karena kami mendiskusikan beberapa hal," jelasnya.

Di sisi lain, masa depan komposisi pemain Bali United untuk musim depan masih tersimpan rapat. Sang arsitek tim memilih untuk menutup mulut terkait rumor bursa transfer, baik mengenai daftar pemain yang akan dilepas maupun nama-nama pilar baru yang sedang dibidik.

"Kami juga sudah membicarakan mengenai skuad untuk masa depan. Namun saat ini saya belum bisa mengatakan berapa persen pemain yang akan pergi atau bertahan," jelasnya.

Walau manajemen belum membagikan informasi resmi kepada media, jajaran pemain internal diklaim sudah mendapatkan kepastian mengenai nasib mereka masing-masing. Keputusan final mengenai rombakan tim baru akan diumumkan secara terbuka setelah seluruh pembicaraan internal selesai dilakukan.

"Saya pikir yang paling penting sekarang adalah para pemain mengetahui posisi mereka, apakah tetap bertahan atau ada yang harus meninggalkan tim. Beberapa pemain juga masih memiliki kontrak," ungkapnya.

"Setelah semuanya dibicarakan dengan para pemain, barulah kami akan memberikan penjelasan kepada teman-teman media mengenai langkah yang akan diambil klub ke depannya.," tutupnya.

Recommended