Sebanyak lebih dari 250 jurnalis Amerika Serikat melayangkan surat terbuka yang mendesak komunitas pers di Washington untuk menunjukkan sikap penolakan secara terbuka terhadap kehadiran Presiden Donald Trump dalam acara Makan Malam Koresponden Gedung Putih (WHCA) pada akhir pekan ini di bulan April 2026.
Aksi kolektif ini muncul sebagai respons atas kembalinya Donald Trump ke acara formal tahunan tersebut untuk pertama kalinya selama masa jabatannya saat ini. Dilansir dari Medcom yang mengutip New York Post, para jurnalis meminta Asosiasi Wartawan Gedung Putih mengambil langkah tegas dalam membela independensi media.
Surat terbuka tersebut mendorong para tamu undangan untuk mengenakan simbol protes yang halus selama acara berlangsung. Penggunaan aksesori atau pin bertema Amandemen Pertama disarankan sebagai bentuk pernyataan sikap terhadap ancaman yang dialami jurnalisme saat ini.
Ketegangan antara pemerintah dan media semakin meruncing setelah adanya perubahan mekanisme akses liputan di Gedung Putih. WHCA sebelumnya memiliki wewenang untuk mengatur rotasi liputan terbatas bagi para jurnalis, namun kini kendali tersebut lebih banyak diambil alih langsung oleh pihak pemerintah.
Para jurnalis juga menyoroti serangkaian langkah hukum yang dilakukan Donald Trump terhadap sejumlah organisasi media. Kebijakan tersebut dinilai kontroversial dan dianggap memperburuk polarisasi publik terhadap institusi pers di seluruh negeri.
Sejumlah organisasi kebebasan pers turut memberikan tanda tangan dukungan dalam surat tersebut. Mereka menekankan bahwa perlindungan terhadap independensi media sangat krusial di tengah dinamika politik Amerika Serikat yang kian memanas.
Pihak penyelenggara makan malam tahun ini telah memutuskan untuk mengubah tradisi dengan menghadirkan hiburan non-komedi. Langkah ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang biasanya selalu mengundang komedian sebagai penampil utama untuk mencairkan suasana antara pejabat dan wartawan.
Selama memimpin, Donald Trump secara konsisten menunjukkan sikap kritis terhadap media arus utama yang dianggapnya tidak akurat. Ia sempat tidak menghadiri acara serupa pada periode sebelumnya karena merasa mendapatkan perlakuan tidak adil dari komunitas pers.
Acara yang seharusnya menjadi simbol hubungan harmonis antara pemerintah dan pers kini justru dipenuhi tekanan politik. Kehadiran Trump di akhir pekan nanti tetap menjadi sorotan utama bagi publik internasional yang memantau perkembangan demokrasi di Amerika Serikat.