KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur

Tabrakan beruntun melibatkan mobil listrik, KRL, dan KA Argo Bromo Anggrek terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.

Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek menabrak rangkaian KRL yang sedang berhenti di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin (27/4/2026) malam hingga Selasa pagi. Insiden ini dipicu oleh kecelakaan awal di perlintasan sebidang JPL 85 yang melibatkan mobil listrik.

Kementerian Perhubungan menjelaskan bahwa rangkaian KRL relasi Bekasi–Cikarang awalnya tertemper sebuah mobil listrik di perlintasan tersebut. Peristiwa ini dilansir dari Medcom berdasarkan keterangan resmi dari otoritas perhubungan dan kepolisian setempat.

Dampak dari tabrakan dengan mobil tersebut membuat KRL harus dievakuasi dan status perjalanannya diubah menjadi Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181. Akibat gangguan ini, petugas memutuskan untuk menghentikan satu rangkaian KRL lain berkode PLB 5568 di peron Stasiun Bekasi Timur.

Situasi memburuk saat KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta–Surabaya yang melintas tidak sempat berhenti secara sempurna. Masinis tidak dapat menghindari tabrakan dengan rangkaian KRL PLB 5568 yang saat itu tengah berhenti di peron stasiun.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyatakan bahwa pemerintah telah mendirikan Posko Tanggap Darurat di lokasi kejadian untuk mempercepat proses penanganan. Evakuasi dilakukan secara bertahap oleh tim teknis dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

"Kami juga memberikan kesempatan kepada KNKT untuk melakukan investigasi secara objektif," kata Dudy Purwagandhi, Menteri Perhubungan, saat memimpin penanganan di lokasi kejadian. Penegasan ini bertujuan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan secara independen.

Seluruh korban dalam insiden ini dipastikan mendapatkan perawatan medis intensif di fasilitas kesehatan terdekat. Pemerintah juga menjamin pemenuhan hak-hak korban sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia.

Operasional perjalanan KRL mengalami penyesuaian sementara selama proses investigasi dan evakuasi berlangsung. Perjalanan kereta rel listrik dari arah Jakarta untuk sementara hanya melayani rute hingga Stasiun Bekasi.

Recommended