Kementerian Perhubungan melakukan audit investigasi menyeluruh terhadap operator taksi online asal Vietnam, Green SM, pada Rabu (29/4/2026) menyusul insiden maut yang melibatkan kereta api jarak jauh dan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Evaluasi ini mencakup aspek operasional, teknis, hingga kesiapan sumber daya manusia perusahaan tersebut.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan kepatuhan perusahaan terhadap Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU). Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, fokus utama pemeriksaan adalah kelayakan kendaraan dan kompetensi pengemudi dalam melayani publik.
"Jadi audit investigasi yang kami lakukan meliputi seluruh aspek, baik itu aspek operasional, aspek teknis, kemudian juga sumber daya manusia, dan ini masih berlangsung," kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4/2026).
Sebelum pengumuman audit ini, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat telah melaksanakan inspeksi mendadak di pool Green SM Bekasi pada Selasa (28/4/2026) malam. Lokasi tersebut menjadi sasaran sidak karena merupakan titik awal operasional armada yang diduga terlibat dalam kecelakaan fatal di perlintasan kereta api.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menyatakan pemeriksaan mendalam dilakukan pada dokumen administrasi, kelaikan armada, serta prosedur pemeriksaan sebelum perjalanan. Pihak kementerian menemukan beberapa poin yang memerlukan pendalaman lebih lanjut berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memberikan sanksi tegas jika dalam proses investigasi ditemukan pelanggaran regulasi yang serius. Hingga saat ini, Kemenhub masih menyusun laporan lengkap mengenai detail temuan teknis dari sidak dan audit yang sedang berjalan terhadap manajemen taksi tersebut.