Bek Timnas Indonesia, Kevin Diks, mengukir performa memukau dalam pertandingan penutup kompetisi Bundesliga musim ini. Seperti dilansir dari Bola, pemain bertahan tersebut sukses mengantarkan timnya, Borussia Monchengladbach, meraih kemenangan telak dengan skor 4-0 saat menjamu Hoffenheim.
Pertandingan pemungkas pekan ke-34 Bundesliga 2025/2026 yang berlangsung pada Sabtu (17/5/2026) malam WIB ini menjadi momen spesial bagi sang pemain. Borussia Monchengladbach mengunci kemenangan melalui deretan gol yang masing-masing dihasilkan oleh Hugo Bolin, Haris Tabakovic, Kevin Diks, dan Robin Hack.
Tambahan tiga poin dari laga terakhir ini membuat Borussia Monchengladbach menyudahi kompetisi dengan berada di peringkat ke-12 klasemen akhir. Tim tersebut secara keseluruhan mengumpulkan 38 poin sepanjang musim.
Kevin Diks tampil sejak menit awal sebagai starter sekaligus mencatatkan penampilannya yang ke-30 pada musim ini. Pemain bernomor lengkap Kevin Diks Bakarbessy ini melepaskan tembakan melengkung menggunakan kaki kanan dari luar area penalti yang bersarang ke sudut kanan gawang tanpa bisa diantisipasi penjaga gawang Oliver Baumann.
Aksi impresif tersebut membuat performa sang bek mendapat apresiasi tinggi dengan ponten rating mencapai 8,2 dari Fotmob. Sepanjang pertandingan, ia membukukan enam kali tindakan bertahan, akurasi operan sebesar 93 persen, satu tekel, satu blok, empat sapuan, serta enam kali merebut penguasaan bola.
Pemain kelahiran 6 Oktober 1996 ini terlihat menikmati musim pertamanya merumput di kasta tertinggi sepak bola Jerman. Ia bergabung dengan Borussia Monchengladbach lewat status bebas transfer pada 28 Januari 2025 pasca menyelesaikan masa kontrak di FC Copenhagen.
Ikatan kerja sama antara sang pemain dengan pihak klub berdurasi hingga 30 Juni 2030. Kesepakatan kontrak ini menorehkan sejarah baru bagi dunia sepak bola tanah air karena menjadikannya sebagai pemain Indonesia pertama yang merumput di kompetisi Bundesliga.
Adaptasi kilat diperlihatkan oleh pemain berusia 29 tahun tersebut dalam menyatu bersama skema tim maupun atmosfer sepak bola Jerman. Dari total 30 laga yang dijalani, ia dipercaya turun sebagai pemain utama sejak menit pertama sebanyak 28 kali.
Selain kokoh menjaga sektor pertahanan, mantan penggawa Empoli dan Feyenoord ini juga menunjukkan produktivitas tinggi dengan menyumbang lima gol serta menerima enam kartu kuning. Secara keseluruhan, ia mengantongi 2.467 menit bermain dengan rerata rating 6,95 per laga.
Posisi sang pemain di tim utama tetap aman dan menjadi pilar penting di sektor belakang meski Borussia Monchengladbach sempat melakukan pergantian nahkoda dari Gerardo Seoane ke kursi kepelatihan Eugen Polanski. Di area pertahanan, ia kerap berkolaborasi membentuk pola tiga bek sejajar bersama Nico Elvedi dan Philipp Sander.
Ketajaman dari Titik Putih
Ketajaman sang stopper musim ini ditunjang oleh statusnya sebagai algojo penalti utama tim dengan tingkat keberhasilan mencapai 100 persen. Empat dari lima gol yang ia sarangkan lahir melalui eksekusi penalti yang sempurna.
Catatan gol penaltinya masing-masing dibukukan saat berhadapan dengan FC Koln pada pekan ke-10, Heidenheim pada pekan ke-11, Augsburg pada pekan ke-16, dan Union Berlin pada pekan ke-24. Statistik ini menjadikannya satu-satunya pemain dengan rekor penalti sempurna di skuad.
Dua rekan setimnya yang lain tercatat pernah gagal mengeksekusi peluang dari titik putih, yakni Haris Tabakovic dengan dua kali kegagalan dan Kevin Stoger yang sekali gagal. Gol penutupnya dari situasi open play saat melawan Hoffenheim menjadi bukti naluri menyerang sang pemain yang cukup tinggi.