Krisis Bek Melanda Barcelona: Pique Beri Dukungan untuk Cubarsi, Henry Kritik Wasit

Barcelona menghadapi tekanan besar jelang leg kedua perempat final Liga Champions. Kekalahan 0-2 dan kartu merah Cubarsi memicu krisis bek, Henry kritik wasit.

Barcelona berada dalam tekanan besar menjelang leg kedua perempat final Liga Champions. Tim Catalan harus membalikkan defisit 0-2 setelah kekalahan dari Atletico Madrid di leg pertama pada Rabu (8/4/2026), sebuah pertandingan yang diwarnai kartu merah bek muda mereka, Pau Cubarsi.

Insiden kartu merah Cubarsi di menit ke-44 menjadi titik balik krusial yang sangat memengaruhi jalannya pertandingan di Camp Nou, memaksa Barcelona bermain dengan sepuluh pemain. Situasi ini dinilai mempermudah Atletico Madrid mencetak gol pembuka melalui tendangan bebas Julian Alvarez dan kemudian menggandakan keunggulan lewat Alexander Sorloth di menit ke-70, seperti dilansir dari Bola.

Pau Cubarsi segera menyampaikan permintaan maaf atas kesalahannya yang berdampak besar pada hasil pertandingan. "Satu momen bisa menentukan pertandingan dan hasil akhir. Itulah sepak bola, dan saya bertanggung jawab atas hasil ini. Masih ada jalan panjang dalam duel dua leg ini. Kami lebih solid dari sebelumnya, kami adalah keluarga dan selalu menunjukkannya. Kami akan terus maju dengan kerja keras dan tekad, kami tidak akan menyerah," tulis Cubarsi melalui media sosialnya.

Respons dukungan moral datang dari legenda Barcelona, Gerard Pique. Pique, yang pernah merasakan banyak gelar bersama Blaugrana, berusaha mengangkat mental juniornya. "Tegakkan kepalamu, anak muda. Kamu akan membalas mereka saat kembali nanti," tulis Pique, menegaskan pentingnya semangat di tengah larangan bermain Cubarsi pada leg kedua.

Di sisi lain, keputusan wasit yang memberikan kartu merah kepada Cubarsi juga menuai kritik. Mantan penyerang Barcelona, Thierry Henry, secara terbuka mempertanyakan keputusan tersebut dalam analisisnya di CBS Sports. Menurut Henry, insiden tersebut seharusnya tidak berbuah kartu merah karena bola belum sepenuhnya dalam kontrol, sudut tembak tidak ideal, dan jarak ke gawang masih cukup jauh.

Henry menekankan bahwa wasit Istvan Kovacs dinilai terlalu cepat dalam mengambil keputusan vital itu. "Menurut saya itu kartu kuning, bukan merah. Karena begitu Anda mengusirnya, Anda mengubah seluruh permainan. Dan di Liga Champions, Anda harus 100% yakin. Saya rasa wasit terlalu cepat dalam mengambil keputusan itu," ujarnya, menyoroti dampak besar keputusan tersebut terhadap pertandingan.

Opsi Lini Belakang dan Spekulasi Transfer

Absennya Cubarsi membuat pelatih Hansi Flick harus memutar otak untuk menyusun lini belakang terbaik. Ronald Araujo disebut sebagai kandidat kuat untuk mengisi posisi bek tengah sejak awal. Flick juga dapat mempertimbangkan Eric Garcia untuk peran yang lebih dalam, sementara Fermin Lopez atau Gavi berpeluang memperkuat lini tengah demi menjaga keseimbangan tim, dikutip dari Bola.

Kondisi krisis bek ini turut memicu spekulasi di bursa transfer. Barcelona dilaporkan sedang mencari bek kaki kiri baru untuk memperkuat pertahanan. Nama Alessandro Bastoni dari Inter Milan menjadi target utama, meski harganya mencapai sekitar 60 juta euro. Sebagai alternatif, Jhon Lucumi dari Bologna dinilai lebih terjangkau dengan banderol sekitar 25 juta euro.

Dengan situasi lini belakang yang belum ideal, Barcelona menghadapi ujian berat. Mereka tidak hanya dituntut membalikkan keadaan di leg kedua, tetapi juga harus memastikan pertahanan tetap solid di tengah ketidakstabilan.

Recommended