Kurniawan Dwi Yulianto Hadapi Tantangan Berat Latih Timnas U-17

Kinerja Kurniawan Dwi Yulianto sebagai pelatih Timnas Indonesia U-17 diragukan publik karena hasil uji coba, dibanding Nova Arianto.

Keraguan publik mencuat terhadap kapasitas Kurniawan Dwi Yulianto sebagai pelatih Timnas Indonesia U-17. Hal ini dipicu oleh hasil kurang memuaskan dari lima pertandingan uji coba internasional yang telah dijalani tim.

Performa skuad asuhan eks striker Timnas Indonesia era 1990-an tersebut kerap dibandingkan dengan pendahulunya, Nova Arianto, yang sukses membawa Timnas Indonesia U-17 ke Piala Dunia U-17 Qatar 2025.

Atensi publik tersebut dinilai wajar, mengingat Nova Arianto mampu menorehkan prestasi tersebut meski melalui jalur yang tidak mudah. Sebelumnya, Nova Arianto memimpin 15 pertandingan di berbagai ajang, termasuk Piala AFF U-16 dan Kualifikasi Piala Asia U-17, dari 21 Juni 2024 hingga 30 Maret 2025.

Persiapan intensif tersebut juga mencakup serangkaian uji coba dan pemusatan latihan di luar negeri, yang menguatkan Timnas Indonesia U-17 menjelang Piala Asia U-17 di Arab Saudi.

Menurut laporan dari Bola, Kurniawan Dwi Yulianto baru resmi ditunjuk melatih Timnas Indonesia U-17 pada 1 Februari lalu. Ia baru memimpin lima laga pemanasan dengan Mierza Firjatullah dkk. melawan tim-tim seperti China U-17, Korea Selatan U-17, India U-17, dan Thailand U-17.

Jumlah pertandingan ini masih akan bertambah dengan tiga laga di fase Grup A Piala AFF U-17 yang akan digelar di Gresik dan Sidoarjo pada 11-23 April 2026, sehingga total delapan laga pemanasan.

Pengamat sepak bola asal Malaysia, Raja Isa Raja Akram Syah, menyatakan bahwa perbandingan antara kedua pelatih tersebut tidak relevan. "Menurut saya kurang elok jika membandingkan Kurniawan Dwi Yulianto dengan Nova Arianto. Karena masa persiapan Timnas Indonesia U-17 yang mereka tangani beda jauh," kata Raja Isa.

Raja Isa menyoroti durasi persiapan yang kontras, yakni hampir setahun untuk Nova Arianto dibandingkan kurang dari tiga bulan bagi Kurniawan Dwi Yulianto. Perbedaan durasi ini dinilai signifikan memengaruhi performa tim.

"Durasi persiapan punya pengaruh besar bagi performa sebuah tim. Makin banyak bertanding akan membuat permainan tim makin bagus. Nova Arianto sudah siap bersaing ke Piala Asia U-17 lalu. Sementara Kurniawan Dwi Yulianto masih proses pematangan tim menuju Arab Saudi bulan Mei nanti. Itu perbedaan yang sangat mencolok," jelasnya.

Dukungan Kolektif untuk Kurniawan

Menjelang Piala Asia U-17 di Arab Saudi pada 7–22 Mei 2026, Raja Isa menekankan pentingnya dukungan dari seluruh elemen PSSI. Ia berharap orang-orang hebat di BTN, Direktur Teknik, dan pemandu bakat dapat bekerja keras membantu Kurniawan Dwi Yulianto.

Pria keturunan Bugis ini optimistis Kurniawan Dwi Yulianto mampu melewati masa sulitnya. Pengalamannya melatih Sabah FC dan menjadi asisten di klub Como 1907 saat berkompetisi di Serie B Italia, serta perannya sebagai asisten Indra Sjafri di SEAG Thailand, menjadi bukti kapasitasnya.

Recommended