Lamine Yamal Ukir Rekor Baru di Liga Champions

Lamine Yamal mencetak rekor sebagai pemain termuda yang mencapai 10 gol di Liga Champions pada usia 18 tahun 248 hari.

Lamine Yamal kembali menjadi sorotan setelah mencatatkan rekor baru di Liga Champions. Pemain muda Barcelona ini mengukir sejarah dalam kemenangan besar timnya atas Newcastle United.

Yamal menjadi pemain termuda yang berhasil mencetak 10 gol di Liga Champions, mencapai torehan tersebut pada usia 18 tahun 248 hari.

Rekor sebelumnya dipegang oleh Kylian Mbappe, yang mencapainya pada usia 18 tahun 350 hari pada tahun 2017.

Gol bersejarah Yamal dicetak melalui titik penalti menjelang akhir babak pertama dalam pertandingan leg kedua babak 16 besar melawan Newcastle di Camp Nou. Sebelumnya, ia juga mencetak gol dari penalti pada leg pertama di St James' Park.

Dengan tambahan gol tersebut, Yamal kini telah mengoleksi 10 gol dari 31 penampilan di Liga Champions. Secara keseluruhan musim ini, ia mencatatkan 21 gol dan 16 assist dari 38 pertandingan bersama Barcelona, termasuk lima gol dan tiga assist di delapan laga Liga Champions.

Pertandingan leg kedua antara Barcelona dan Newcastle berlangsung sengit sejak awal. Setelah bermain imbang 1-1 di leg pertama, kedua tim saling menyerang di Camp Nou.

Babak pertama menghasilkan lima gol. Anthony Elanga mencetak dua gol untuk Newcastle, sementara Barcelona membalas melalui Raphinha, Marc Bernal, dan penalti Yamal.

Memasuki babak kedua, Fermin Lopez membawa Barcelona unggul 4-2, sebelum Robert Lewandowski mencetak dua gol tambahan. Raphinha kemudian menutup pesta gol dengan gol keduanya pada menit ke-72, memastikan kemenangan 7-2 dan agregat 8-3.

Laga Perempat Final dan Tantangan Barcelona

Kemenangan ini membawa Barcelona melaju ke perempat final Liga Champions, di mana mereka akan menghadapi Atletico Madrid. Atletico lolos setelah mengalahkan Tottenham Hotspur dengan agregat 7-5.

Tim asuhan Hansi Flick kini berjuang untuk meraih sukses di La Liga dan Liga Champions. Lini serang yang tajam menjadi kekuatan utama mereka.

Namun, kemenangan atas Newcastle juga menyoroti kelemahan di lini belakang. Kebobolan dua gol di kandang sendiri menjadi catatan yang perlu diperbaiki jika Barcelona ingin meraih trofi besar musim ini.

Recommended