Fenomena langka terjadi di Shark Bay, Australia Barat, ketika langit berubah menjadi merah darah menjelang pendaratan Topan Tropis Narelle. Seorang ahli menjelaskan bahwa perubahan warna yang menyeramkan ini disebabkan oleh badai debu yang kaya akan zat besi.
Jessica Lingard, seorang meteorolog dari Bureau of Meteorology Australia, menjelaskan penyebab fenomena tersebut. Menurutnya, angin kencang yang dihasilkan oleh siklon mampu mengangkat debu dari daratan. "Narelle mengangkat debu dari lanskap dan mendorongnya ke wilayah seperti Shark Bay," ujar Lingard, seperti dikutip dari Detik iNET.
Debu berwarna kemerahan yang tersebar di udara inilah yang secara drastis mengubah warna langit. Lingard menambahkan bahwa kejadian ini tidak umum dan memerlukan kombinasi kondisi yang sangat spesifik untuk dapat terjadi.
"Angin kencang, tanah kering, dan kondisi yang tepat menciptakan fenomena ini," jelasnya. Selain itu, partikel debu di atmosfer juga memengaruhi bagaimana cahaya Matahari tersebar, menjadikan warna merah lebih dominan, terutama saat pagi atau sore hari.
Kejadian serupa sebelumnya pernah diamati di Onslow, wilayah barat laut Australia Barat pada bulan Januari. Saat itu, badai petir di pedalaman menghasilkan angin kencang yang mendorong debu merah hingga mencapai garis pantai.
Dalam kasus Topan Narelle, kekuatan angin yang dibawanya cukup besar untuk mengangkat volume debu dalam jumlah signifikan hingga ke wilayah pesisir. Meskipun pemandangan langit merah ini terlihat dramatis, fenomena tersebut tidak menimbulkan bahaya secara langsung.
Namun, debu yang terbawa angin berpotensi memengaruhi kualitas udara dan jarak pandang. Partikel halus di udara juga dapat berdampak pada kesehatan, khususnya bagi individu yang menderita gangguan pernapasan.
Topan Narelle sendiri tergolong unik karena jalur pergerakannya yang tidak biasa dan intensitas kekuatannya yang tinggi. Badai ini tercatat sebagai salah satu sistem cuaca langka yang melintasi beberapa wilayah di Australia dalam satu perjalanan.
Topan Narelle juga menciptakan sejarah sebagai sistem badai pertama dalam lebih dari dua dekade yang mendarat di tiga negara bagian dan wilayah Australia, menunjukkan karakteristiknya yang luar biasa.