Keputusan Liga Sepak Bola Malaysia (MFL) yang tetap menganggap pemain naturalisasi sebagai pemain lokal meski terkena sanksi FIFA akibat pemalsuan dokumen, menuai kritik. Pengacara olahraga dan komersial, Nik Erman Nik Roseli, mempertanyakan dasar keputusan tersebut.
Empat pemain yang dimaksud adalah Joao Figueiredo, Jon Irazabal, Hector Hevel (Johor Darul Ta’zim/JDT), dan Gabriel Palmero (Kuching City FC).
Nik Erman berpendapat MFL seharusnya merujuk Pasal 4.5.9 Manual Liga sebelum membuat keputusan. Pasal tersebut mengatur bahwa pemain naturalisasi wajib mematuhi Regulasi Status dan Transfer Pemain FIFA (RSTP), mendapatkan persetujuan Dewan Direksi MFL, serta memenuhi aturan kelayakan Statuta FIFA.
“RSTP lebih berkaitan dengan aspek administratif seperti pendaftaran pemain, periode pendaftaran, transfer, dan sebagainya. Namun, Pasal 4.5.9 juga menyebutkan bahwa pemain naturalisasi harus mendapatkan persetujuan Dewan Direksi MFL serta mempertimbangkan aturan kelayakan dalam Statuta FIFA," tulisnya dikutip Harian Metro.
Sebelumnya, MFL menyatakan keempat pemain tersebut layak didaftarkan sebagai pemain lokal setelah masa skorsing berakhir, berdasar Pasal 3.3 Manual Liga Malaysia 2025–2026 yang menyatakan pemain bisa didaftarkan menggunakan kartu identitas.
Nik Erman berpendapat MFL perlu meninjau kembali Pasal 4.5.9 Manual Liga, khususnya terkait kelayakan dalam Statuta FIFA. “Satu-satunya aturan kelayakan yang dapat dirujuk dalam Statuta FIFA adalah Regulasi Pelaksanaan Statuta (RGAS), khususnya Pasal 6 hingga 8," lanjutnya.
Pasal 8 RGAS mengatur perolehan kewarganegaraan baru, seseorang harus lahir di Malaysia, memiliki orang tua atau kakek-nenek dari Malaysia, atau telah tinggal di Malaysia selama lima tahun. Aturan ini berfokus pada kelayakan untuk mewakili tim nasional, bukan status pemain di liga domestik.
Nik Erman menambahkan, “Meski RGAS tidak secara langsung mengatur status pemain di level liga domestik, saya berpendapat bahwa prinsip dan semangat aturan tersebut seharusnya diterapkan dalam Manual Liga."
“Pemain tersebut tidak bisa dianggap sebagai pemain lokal Malaysia selama mereka belum memenuhi persyaratan Pasal 6 hingga 8 RGAS,” lanjutnya.