Penyerang Inter Miami, Lionel Messi, masih mempertahankan posisinya sebagai pesepak bola dengan pendapatan tertinggi di kasta teratas liga Amerika Serikat, Major League Soccer (MLS).
Berdasarkan data yang dikutip dari Bola, Asosiasi Pemain MLS (The MLS Players Association) baru saja merilis rincian upah para pemain kepada publik untuk pertama kalinya pada 2026.
Pemain yang bergabung dengan MLS pada 2023 setelah meninggalkan Paris Saint-Germain (PSG) ini tercatat menerima gaji pokok sebesar USD25 juta, di luar kompensasi tambahan, bonus, serta kontrak sponsor.
Pemberian nilai kontrak yang masif ini dinilai sepadan dengan deretan prestasi panjang yang telah diraihnya di level klub bersama Barcelona maupun saat membela Timnas Argentina, termasuk koleksi delapan gelar Ballon d'Or.
Pencapaian ini membuat sang bintang terus memimpin daftar upah tertinggi di liga selama tiga tahun berturut-turut, dibarengi dengan adanya peningkatan nilai pendapatan.
Pada Oktober tahun lalu, pemain berusia 38 tahun tersebut telah menandatangani perpanjangan kontrak berdurasi tiga tahun bersama Herons yang akan mengikatnya hingga musim 2028.
Kesepakatan baru itu tercapai tepat sebelum dirinya membawa klub memenangkan trofi Piala MLS untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.
Meski gaji pokoknya sudah menjadi yang paling besar di Amerika Serikat, total uang tunai yang dibawa pulang oleh pemenang Piala Dunia 2022 ini sebenarnya jauh lebih tinggi.
Pemilik Inter Miami, Jorge Mas, mengungkapkan bahwa pihak klub secara keseluruhan membayar sang megabintang sekitar USD70 hingga USD80 juta per tahun.
Nominal tersebut menempatkannya sebagai pesepak bola dengan pendapatan tertinggi kedua di dunia, berada di bawah bintang asal Portugal yang bermain untuk Al Nassr, Cristiano Ronaldo, dengan perkiraan gaji USD230 juta.
Sponsor dan Perbandingan dengan Pemain Lain
Pendapatan tahunan sang pemain juga disokong oleh kerja sama komersial terkait MLS dengan Adidas, serta pembagian keuntungan dari Apple TV dan beberapa sektor bisnis lainnya.
Akumulasi dari berbagai kerja sama tersebut membuat penghasilan tahunannya menyentuh angka sekitar USD135 juta pada 2025.
Jumlah ini diproyeksikan bakal terus meningkat pada musim ini, seiring dengan adanya kenaikan upah berkala serta banyaknya promosi menjelang Piala Dunia FIFA 2026.
Jika dibandingkan dengan pemain lain di liga yang sama, jarak pendapatan antara posisi pertama dan kedua terhitung sangat jauh.
Pemain LAFC, Son Heung-min, menempati urutan kedua sebagai pemain dengan bayaran tertinggi di MLS, lewat kepemilikan gaji pokok USD10,3 juta serta kompensasi terjamin sebesar USD11,1 juta.
Sementara itu, rekan setim Messi di Inter Miami, Rodrigo De Paul, berada di posisi ketiga dengan mencatatkan gaji pokok senilai $7,5 juta dan total kompensasi terjamin sebesar $9,6 juta.