Debut Maarten Paes bersama AFC Ajax memperlihatkan sinyal positif. Walau belum berhasil meraih clean sheet, penjaga gawang Timnas Indonesia tersebut menampilkan serangkaian penyelamatan penting.
Maarten Paes bermain sejak awal pertandingan selama 90 menit penuh saat AFC Ajax bermain imbang 1-1 melawan NEC Nijmegen. Pertandingan ini merupakan bagian dari pekan ke-24 Eredivisie 2025/2026 yang berlangsung di Johan Cruijff ArenA, Amsterdam, Minggu (22/2/2026) malam WIB.
Kesempatan bermain untuk Paes terbuka setelah Ajax kehilangan Vitezslav Jarov akibat cedera ACL. Jarov diperkirakan akan absen hingga akhir musim kompetisi.
Performa Paes mendapatkan apresiasi dengan rating 7,6 dari Fotmob. Dirinya tercatat melakukan tujuh penyelamatan dan 12 recoveries selama pertandingan.
Paes bergabung dengan Ajax dari klub Major League Soccer (MLS), FC Dallas, pada awal tahun ini. Nilai transfernya diperkirakan mencapai 1 juta euro atau sekitar Rp19,8 miliar.
Menurut Paes, dirinya siap memberikan yang terbaik untuk tim. "Saya melihatnya secara rasional. Saya bermain untuk logo di dada. Jadi dalam peran apa pun yang mereka inginkan dari saya, saya menerimanya," ujar Paes, dikutip dari media Belanda, Voetbal Primeur.
Paes memahami bahwa kedatangannya ke Ajax bukan untuk langsung menjadi kiper utama. Ia siap menjadi pelapis Jaros hingga akhir musim ini.
Jaros sendiri merupakan kiper pinjaman dari Liverpool yang akan kembali pada musim panas 2026. Sebelum cedera, ia telah bermain 29 kali dengan lima nirbobol dan 23 kali kebobolan.
"Saya tahu bahwa dalam enam bulan pertama Viet menjadi pilihan utama. Dan juga bahwa masa peminjamannya akan berakhir pada musim panas. Saya pikir pada musim panas nanti semuanya terbuka dan saya harus menunjukkan diri saya dari sisi terbaik," tutur Paes.
"Saya pikir sebagai pemain Ajax, Anda tidak perlu berpikir satu, dua, tiga kali. Klub yang fantastis. Dan seperti yang saya katakan, dalam dua minggu ini saya sudah membuat banyak kemajuan secara fisik maupun mental," imbuhnya.
Keputusan Paes untuk kembali ke Belanda juga didorong oleh alasan personal.
"Selangkah demi selangkah saya pikir semuanya akan menjadi lebih baik," ungkap Paes.
"Selain itu, tahun lalu ada beberapa hal pribadi yang terjadi sehingga saya ingin berada lebih dekat dengan rumah. Jadi ya, pada dasarnya itu alasannya," ucapnya.