Persaingan gelar Premier League musim ini semakin ketat setelah Manchester City gagal meraih poin penuh saat melawan West Ham United. Hasil imbang tersebut membuat jarak dengan pemuncak klasemen, Arsenal, semakin lebar.
Arsenal berhasil meraih kemenangan dramatis atas Everton, sementara Man City hanya mampu bermain imbang. Hal ini membuat Man City tertinggal sembilan poin dari Arsenal dengan satu pertandingan tersisa.
Performa Man City dalam pertandingan tersebut juga kurang meyakinkan. Formasi awal dengan Haaland dan Omar Marmoush di lini depan, serta Semenyo sebagai nomor 10, tidak berjalan efektif.
Meskipun mendominasi penguasaan bola, Man City kesulitan menembus pertahanan West Ham. Setelah jeda, perubahan formasi menjadi 4-3-3 dengan masuknya Rayan Cherki sebagai gelandang serang memberikan sedikit dampak positif.
Erling Haaland memiliki beberapa peluang, tetapi penyelamatan gemilang dari Mads Hermansen menggagalkan usahanya. Man City melepaskan 24 tembakan, namun gagal mencetak gol kemenangan.
Usai pertandingan, Pep Guardiola mengakui bahwa dirinya masih mencari keseimbangan dalam skuadnya.
"Kami melakukan perubahan untuk membuat pemain lebih dinamis, dengan Rayan, Jeremy Doku, dan Phil Foden," kata Guardiola dalam konferensi pers.
Guardiola juga mengakui kesalahan dalam memilih Antoine Semenyo sebagai nomor 10. "Untuk peran itu, tidak ada yang lebih baik. Itu seleksi yang buruk, Anda bisa mengkritik saya, dan saya pantas mendapatkannya."
Guardiola menambahkan, "Terkadang untuk keseimbangan, kami masih belajar. Kami memainkan Cherki dan Haaland, luar biasa, tetapi kami tidak memiliki stabilitas yang harus dimiliki tim di Premier League. Saya mencoba menangani itu, dan tim masih berkembang."
Haaland Kehilangan Ketajaman
Penurunan performa Man City juga dipengaruhi oleh hilangnya ketajaman Erling Haaland. Setelah mencetak 19 gol dalam 17 laga pertama, Haaland hanya mencetak tiga gol dalam 12 pertandingan terakhir.
Perubahan taktik Guardiola, termasuk beralih ke formasi dua penyerang dengan kedatangan Antoine Semenyo, juga belum memberikan hasil maksimal.
Guardiola tetap optimis dengan kemampuan Haaland. "Ini bukan tentang kurangnya gol. Kami perlu menciptakan lebih banyak peluang. Dia akan kembali," ujarnya.
Harapan dan Jadwal Padat Man City
Mantan kiper Manchester City, Joe Hart, menilai bahwa masih ada harapan bagi timnya untuk mengejar gelar. "City memiliki satu pertandingan di tangan, pertandingan kandang melawan Arsenal. Saya tidak mengatakan itu akan mudah untuk mengalahkan mereka, tetapi ada harapan," kata Hart.
Man City akan menghadapi jadwal padat dalam beberapa pekan mendatang, termasuk pertandingan melawan Real Madrid, Arsenal di final Carabao Cup, dan Liverpool di perempat final Piala FA. Pertandingan liga berikutnya adalah melawan Chelsea pada 12 April, diikuti pertemuan penting dengan Arsenal tujuh hari kemudian.
Pertandingan melawan Arsenal akan menjadi penentu apakah Man City masih memiliki peluang dalam perburuan gelar, dan apakah Guardiola telah menemukan keseimbangan yang selama ini ia cari.