Kecepatan saja tidak cukup untuk menjadi seorang juara dunia MotoGP. Marc Marquez berpendapat bahwa kemampuan mengelola tekanan, ketidakpastian, serta berbagai situasi dalam balapan menjadi faktor penentu utama.
Hal tersebut diungkapkan Marquez dalam acara yang diadakan oleh Estrella Galicia 0,0. Dua pembalap muda grand prix, Diogo Moreira dan Jose Antonio Rueda, berkesempatan berdiskusi langsung dengan Marquez.
Diskusi tersebut mencakup berbagai topik, mulai dari tantangan menjadi pembalap di level tertinggi hingga cara menghadapi musim MotoGP yang semakin panjang dan menuntut.
Marquez berbagi pengalamannya menghadapi tekanan sepanjang kariernya, serta memberikan nasihat kepada para pembalap muda yang sedang berusaha mencapai level tertinggi di dunia balap motor.
Diogo Moreira, rookie MotoGP, bertanya mengenai perbedaan antara pembalap cepat dan mereka yang mampu bersaing merebut gelar juara dunia.
Marquez menjawab dengan santai, bahkan sempat bercanda sebelum memberikan penjelasan serius.
"Semua pembalap di grid itu cepat, saya juga memasukkan Anda di dalamnya!" kata Marquez.
“Semua orang tahu cara mengendarai motor, dari Moto3 sampai MotoGP. Tetapi kemudian ada hal lain seperti bagaimana mengelola momen tekanan, momen ketidakpastian, dan juga manajemen ban.”
“Ini bukan hanya soal menjadi cepat. Ini soal bagaimana Anda menghadapi berbagai situasi yang muncul sepanjang musim dengan 22 balapan. Di situlah perbedaan antara seorang juara dan pembalap cepat terlihat.”
Marquez juga menekankan bahwa kecepatan biasanya terlihat jelas saat sesi pengujian. Namun, situasinya berbeda ketika memasuki akhir pekan balapan yang sesungguhnya.
“Dalam sesi tes, semua orang bisa terlihat cepat. Tetapi ketika memasuki akhir pekan balapan, semuanya menjadi sedikit lebih sulit.”
Tantangan Musim MotoGP yang Semakin Padat
Moreira juga menanyakan bagaimana cara menghadapi tuntutan kalender MotoGP modern yang semakin padat. Saat ini, kejuaraan dunia memiliki 22 seri dalam satu musim, ditambah format Sprint Race yang membuat setiap akhir pekan menjadi lebih intens.
Menurut Marquez, situasi tersebut membuat para pembalap harus memiliki ketahanan fisik dan mental yang jauh lebih kuat dibandingkan sebelumnya.
“Seperti yang Anda tahu, kejuaraan sekarang sangat menuntut. Ada 22 balapan, dan para pembalap muda seperti Anda datang dengan dorongan yang sangat kuat.”
“Kami selalu mencoba menjalani semuanya dengan cara terbaik, tetapi ini sangat intens.”
“Anda sendiri sudah merasakannya di Thailand. Dengan Sprint Race, kualifikasi, dan balapan utama, akhir pekannya menjadi sangat padat.”
Pada seri pembuka musim di Thailand, Moreira berhasil mencatatkan pencapaian positif dengan meraih poin pertamanya di MotoGP setelah finis di posisi ke-13 bersama tim Honda LCR.
Pesan Marquez untuk Jose Antonio Rueda
Juara dunia Moto3, Jose Antonio Rueda, juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meminta nasihat dari Marquez menjelang musim debutnya di Moto2.
Rueda sebelumnya mengalami cedera serius pada putaran Sepang musim lalu. Karena itu, ia ingin mengetahui cara menghadapi periode sulit yang hampir pasti dialami pembalap muda di kelas intermediate.
Marquez menegaskan bahwa kesabaran menjadi kunci utama dalam proses perkembangan seorang pembalap.
“Saran saya adalah terus bekerja dengan sabar. Jangan melihat semuanya sebagai sesuatu yang gelap, jangan frustrasi.”
“Terutama karena akan ada akhir pekan ketika Anda tampil bagus, lalu balapan berikutnya Anda mungkin berada di posisi ke-20 di Moto2.”
“Melihat diri Anda berada di belakang tentu menyakitkan. Tetapi semuanya soal kesabaran, kerja keras, dan terus berkembang.”
“Anda akan melihat bahwa Anda bisa naik posisi, karena Anda memiliki banyak talenta.”
Marquez Juga Menghadapi Tantangan di Thailand
Marquez sendiri juga mengalami akhir pekan yang penuh tantangan pada seri pembuka MotoGP di Thailand.
Ia sempat kehilangan kemenangan di Sprint Race akibat penalti yang diterimanya menjelang akhir balapan. Situasi semakin dramatis ketika Marquez gagal menyelesaikan balapan utama akibat kerusakan pada roda belakang motornya.
Pengalaman panjang di MotoGP membuat Marquez terbiasa menghadapi tekanan serta situasi tidak terduga. Hal inilah yang menurutnya menjadi faktor penting yang membedakan seorang juara dari sekadar pembalap cepat.