Pembalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, mengalami tiga kali insiden kecelakaan saat sesi tes pramusim terakhir MotoGP 2026 di Sirkuit Buriram, Thailand. Kejadian ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai kesiapannya menjelang seri pembuka yang akan berlangsung di sirkuit yang sama pada 27 Februari hingga 1 Maret 2026, seperti dilansir dari tvOnenews.com.
Marquez, yang merupakan juara dunia bertahan, tidak memiliki persiapan pramusim yang ideal. Ia baru saja pulih dari cedera bahu yang diderita di MotoGP Indonesia Oktober lalu dan kembali ke lintasan dengan kondisi fisik yang belum sepenuhnya prima. Di Buriram, ia mengakui berjuang melawan sakit yang memengaruhi konsentrasinya.
Tiga kecelakaan yang dialami Marquez sepanjang sesi pengujian sebagian besar disebabkan oleh kurangnya fokus akibat kondisi tubuhnya. Hal ini juga mengakibatkan ia gagal menyelesaikan simulasi balapan penuh, agenda krusial untuk mengukur kesiapan lomba.
Mantan pembalap MotoGP, Marco Melandri, menyoroti perjuangan Marquez musim lalu yang terlalu menguras energi. “Ia masih menjadi pembalap paling komplet, meski mungkin tidak se-eksplosif tahun lalu,” ujar Melandri, seperti dikutip dari Bola.com. Menurutnya, usaha mental Marquez untuk merebut kembali gelar juara pada 2025 sangat menguras tenaganya, melebihi 110 persen.
Masalah fisik juga belum tuntas sepenuhnya. Cedera bahu Marquez masih membayangi performanya. Bahkan, Andrea Dovizioso menilai kondisi fisiknya lebih serius dari yang terlihat, dan Marquez sendiri mengakui situasinya cukup krusial.
Keyakinan Tim Ducati dan Potensi Pensiun
Meski demikian, Bos Tim Ducati, Davide Tardozzi, optimistis insiden tersebut tidak akan mengganggu performa pembalap andalannya. “Saya pikir itu tidak terlalu memengaruhi Marc meskipun dia mengalami crash. Itu tidak akan berpengaruh pada performanya,” tegas Tardozzi yang dimuat dalam laman Crash.net. Ia yakin Marquez akan langsung kompetitif sejak balapan pertama, namun mengingatkan bahwa konsistensi menjadi kunci di musim yang panjang.
Tardozzi juga menyatakan kepuasan Ducati dengan hasil pengujian di Buriram, terutama setelah berbagai komponen yang diuji di Sepang menunjukkan hasil sesuai harapan. “Kami cukup senang karena banyak hal dan komponen yang dipilih pebalap di Sepang sudah terkonfirmasi di sini,” jelasnya.
Terlepas dari tantangan ini, Melandri bahkan melemparkan prediksi berani terkait masa depan Marquez. “Jika dia kembali juara, enggak usah kaget jika dia memutuskan pensiun di akhir musim,” katanya. Mencapai gelar kesepuluh di grand prix dinilai bisa menjadi titik puncak karier yang ideal bagi Marquez untuk mengakhiri perjalanannya di MotoGP.
Secara catatan waktu, Marquez masih mampu menutup tes di posisi ketiga tercepat, diikuti rekan setimnya, Francesco Bagnaia, di posisi keempat. Namun, baik Marquez, Bagnaia, maupun Alex Marquez, tidak ada yang berhasil menuntaskan simulasi balapan penuh pada hari terakhir karena insiden atau masalah teknis.
Rival dan Pendatang Baru di MotoGP 2026
Musim MotoGP 2026 tidak hanya menyoroti Marquez. Empat juara dunia lainnya akan meramaikan persaingan, yaitu Jorge Martin (Aprilia Racing) juara 2024, Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team) juara 2023 dan 2022, Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP) juara 2021, dan Joan Mir (Honda HRC Castrol) juara 2020, menurut informasi dari Bola.com.
Selain itu, kehadiran rookie MotoGP Toprak Razgatlioglu, juara WorldSBK tiga kali yang bergabung dengan Prima Pramac Yamaha MotoGP, juga akan menjadi sorotan. Razgatlioglu adalah pembalap Turki pertama di MotoGP, dan meski peluang meraih gelar tahun ini kecil, ia dikenal sebagai salah satu pembalap paling berbakat.
MotoGP 2026 juga menyambut kembali Brasil dengan hadirnya Diogo Moreira (Pro Honda LCR). Juara Dunia Moto2 2025 ini adalah pembalap Brasil pertama yang memenangkan gelar kejuaraan dunia di musim lalu dan akan mengukir sejarah sebagai pembalap Brasil pertama sejak Alex Barros pada 2007. Gelaran MotoGP juga akan kembali ke Brasil untuk pertama kalinya sejak 1992, di Sirkuit Autodromo Internacional Ayrton Senna, Goiania.
Beberapa pembalap lain juga mengincar kemenangan debut di MotoGP 2026, termasuk Ai Ogura (Trackhouse MotoGP Team) yang merupakan juara dunia Moto2 2024, Luca Marini dari Honda HRC Castrol, serta Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing) yang telah 10 kali naik podium dan finis posisi ke-4 di MotoGP 2025. Musim 2026 akan menjadi penentu apakah tiga kecelakaan di Buriram hanyalah gangguan pramusim atau sinyal tantangan lebih besar bagi Marquez.