Marco Bezzecchi memilih untuk tidak terlalu dini membicarakan peluangnya meraih gelar juara dunia MotoGP, dan lebih memilih fokus menjaga performanya bersama tim Aprilia.
Pembalap yang memimpin klasemen sementara setelah meraih empat kemenangan beruntun ini, datang ke MotoGP Amerika Serikat dengan kepercayaan diri tinggi. Ia juga mencatatkan dominasi dengan memimpin selama 101 lap berturut-turut, sebuah rekor yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi pembalap Aprilia Racing di kelas utama.
Meski demikian, Bezzecchi tetap waspada, mengingat performanya di balapan sprint yang kurang konsisten. Ia sempat kehilangan posisi terdepan di Thailand dan hanya finis keempat di Brasil.
Menanggapi pertanyaan tentang peluangnya merebut gelar juara dunia, Bezzecchi memilih untuk bersikap hati-hati. "Saya merasa baik, saya senang, tentu ini momen yang bagus, tapi sekarang kita memulai akhir pekan balapan yang baru. Selalu menjadi babak baru," kata Bezzecchi.
Ia juga mengungkapkan antusiasmenya untuk tampil di Austin. "Ini lintasan yang sangat saya sukai, tempatnya luar biasa, begitu juga para penggemarnya. Saya tidak sabar untuk kembali mengendarai motor dan menikmati lintasan yang luar biasa ini," ujarnya.
Namun, ketika ditanya tentang perebutan gelar, ia menolak untuk terlalu jauh berpikir. "Kita masih punya 40 balapan antara sprint dan balapan utama. Saya rasa masih terlalu dini," katanya.
"Tentu saya ingin kompetitif sepanjang musim, itu target saya. Saya akan berusaha bersama tim untuk bekerja sebaik mungkin setiap akhir pekan. Tapi, untuk saat ini saya tidak ingin memenuhi pikiran saya dengan hal-hal seperti itu," lanjutnya.
Secara statistik, Austin bukanlah lintasan terbaik bagi Bezzecchi di kelas MotoGP. Hasil terbaiknya hanya finis keenam, baik saat bersama Aprilia musim lalu maupun ketika membela VR46 Ducati pada 2023. Meskipun demikian, ia pernah meraih podium di lintasan ini saat masih tampil di kelas Moto3 dan Moto2.
Bezzecchi juga menyadari ancaman dari para rival, termasuk Marc Marquez yang dikenal sangat dominan di sirkuit tersebut. "Setiap musim selalu unik. Memang benar Maverick tampil luar biasa dua tahun lalu, tapi motornya sekarang sudah sangat berbeda, jadi saya tidak tahu apa yang harus diharapkan," kata Bezzecchi.
"Marc di lintasan ini selalu luar biasa. Saya rasa jumlah kemenangannya di sini lebih banyak daripada total kemenangan saya di MotoGP! Jadi, ini tidak akan mudah, tapi kami akan memberikan yang terbaik," ucap pembalap asal Italia itu.
Enggan Bandingkan Motor
Bezzecchi juga menolak untuk membandingkan motor Aprilia RS-GP dengan motor Ducati Desmosedici yang sebelumnya mendominasi. "Saya mengendarai Aprilia, dan saya tidak tahu bagaimana Ducati, jadi mustahil bagi saya untuk membandingkan keduanya," ujarnya.
"Lagipula, ini masih sangat awal dalam kejuaraan untuk membicarakan hal-hal seperti itu." Baginya, yang terpenting adalah kenyamanan dan kerja sama dengan tim. "Yang paling penting bagi saya adalah tim bekerja dengan baik bersama saya. Saya merasa sangat nyaman, saya merasa sangat dihargai di dalam tim, dan itu yang benar-benar berarti bagi saya," tutur pembalap kelahiran 12 November 1988 itu.