Marco Bezzecchi telah menunjukkan potensi besar sebagai penantang gelar juara MotoGP 2026. Pembalap Aprilia ini menampilkan performa yang mengesankan pada beberapa seri akhir musim lalu dan terus memperlihatkan kemajuan signifikan dalam tes pramusim terbaru.
Performa apik Bezzecchi didukung penuh oleh inovasi pabrikan Aprilia asal Italia. Mereka berhasil mengembangkan motor RS-GP26 secara substansial, menciptakan kombinasi yang harmonis antara gaya balap Bezzecchi dan kemajuan teknis motor tersebut, demikian dilansir dari Bola.
Bezzecchi menegaskan niatnya untuk bersaing ketat dengan nama-nama besar di ajang MotoGP, termasuk Marc Marquez, Pedro Acosta, dan para pembalap Ducati lainnya. Namun, pembalap jebolan Akademi VR46 ini tidak merasakan adanya tekanan berlebih.
"Tekanan ada pada Ducati karena mereka menang tahun lalu," ungkap Marco Bezzecchi saat diwawancarai Corriere della Sera. Ia merasa lebih bebas dalam menjalani musim ini dibandingkan rival-rivalnya yang memiliki ekspektasi tinggi.
Aprilia memberikan dukungan penuh kepada Marco Bezzecchi, yang dibuktikan dengan perpanjangan kontraknya bahkan sebelum musim MotoGP 2026 dimulai. Keputusan ini menjadikan Bezzecchi sebagai satu-satunya pembalap yang secara resmi menandatangani kontrak di bursa pembalap yang masih sepi.
Langkah Aprilia ini menegaskan komitmen mereka terhadap Bezzecchi sebagai fondasi utama proyek MotoGP tim. "Mereka memiliki kepercayaan itu pada saya tahun lalu, meskipun saya baru saja menjalani musim yang sulit," jelas Marco Bezzecchi.
Pembalap berusia 27 tahun ini menambahkan bahwa hasil baik yang diraihnya membantu memperkuat hubungan tersebut. "Saya memiliki tawaran lain, tetapi saya memutuskan untuk tetap tinggal karena saya mencari kemitraan yang solid dengan masa depan," ujarnya.
Sementara itu, pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama juga mendapat pujian atas debutnya di Moto3. Joan Mir dan Luca Marini mengakui bakat besar Veda yang diasah melalui pengalamannya di Red Bull Rookies Cup.
Tantangan Menghadapi Marc Marquez
Meskipun demikian, rival utama bagi Bezzecchi tetaplah Marc Marquez yang mengendarai Ducati, meskipun sang juara bertahan mengalami awal musim yang kurang beruntung. Bezzecchi mengungkapkan pentingnya keyakinan diri dalam menghadapi persaingan.
"Anda harus percaya pada diri sendiri dan berjuang, balapan demi balapan, tanpa terpengaruh oleh rekor pembalap Spanyol itu," lanjut Bezzecchi. Ia meyakini bahwa memulai dengan rasa takut adalah awal dari kekalahan.
Pembalap asal Italia ini juga mengakui bahwa pengaruh Valentino Rossi sangat terasa dalam kariernya. Rossi tidak hanya memberikan nasihat profesional, tetapi juga panduan hidup selama latihan bersama.
"Keluarga saya menanamkan nilai-nilai fundamental dalam diri saya, tetapi saya juga beruntung memiliki Valentino Rossi di sisi saya. Saya melihat bagaimana ia bekerja dan ia memberi saya nasihat, bersama dengan para pembalap Akademi lainnya, yang memiliki lebih banyak pengalaman daripada saya," tegas Bezzecchi.
Situasi Jack Miller di GP Amerika
Di sisi lain, pembalap Pramac Yamaha, Jack Miller, menghadapi kesulitan di GP Amerika. Ia hanya finis di posisi ke-16 tanpa poin, bahkan kalah dari rekan setimnya, Toprak Razgatlioglu, yang berada di posisi ke-15. Kecepatan puncaknya juga 10 km/jam lebih lambat dibandingkan pemenang Marco Bezzecchi.
Miller menyebut lintasan lurus COTA sepanjang 1,2 km sebagai mimpi buruk bagi semua pembalap Yamaha. "Ini proyek yang sedang dikerjakan. Tapi kami tetap fokus dan terus bekerja keras," ungkap Jack Miller, seperti dikutip dari RiderTua.