Masa depan Mohamed Salah bersama Liverpool kembali menjadi perbincangan hangat menjelang bursa transfer musim panas 2026. Ketidakpastian ini muncul seiring dengan periode transisi yang tengah dihadapi klub.
Salah, yang telah menjadi bagian penting Liverpool selama hampir satu dekade, dikabarkan belum membuat keputusan akhir mengenai kelanjutan kariernya di Anfield. Meskipun belum ada indikasi jelas bahwa ia ingin pergi, pemain asal Mesir ini juga belum memberikan kepastian untuk bertahan.
Situasi ini semakin rumit karena Liverpool juga sedang mengevaluasi arah klub ke depannya, termasuk masa depan pelatih Arne Slot dan beberapa pemain senior lainnya.
Di tengah ketidakpastian tersebut, minat dari klub-klub Timur Tengah kembali menguat. Al Hilal disebut-sebut sebagai klub yang paling berminat untuk memboyong Salah. Klub asal Liga Pro Saudi itu siap menawarkan kontrak besar demi mendapatkan jasa sang bintang.
Ketertarikan dari Arab Saudi bukanlah hal yang baru. Namun, kali ini diyakini menjadi momen yang tepat untuk merealisasikan transfer tersebut, mengingat kondisi Liverpool yang sedang dalam fase perubahan.
Di sisi lain, performa Salah yang mulai menjadi sorotan juga memunculkan berbagai pendapat. Meskipun tetap menjadi pemain penting, ada pandangan bahwa musim panas ini bisa menjadi waktu yang ideal bagi kedua belah pihak untuk berpisah secara baik-baik.
Bagi Liverpool, melepas Salah bisa membuka peluang untuk regenerasi skuad dan menyegarkan lini serang. Sementara itu, bagi sang pemain, tantangan baru—baik di Arab Saudi maupun kompetisi lain—bisa menjadi langkah selanjutnya dalam kariernya.
Keputusan akhir diperkirakan akan diambil dalam beberapa pekan mendatang. Jika tidak ada kesepakatan baru, Liverpool harus mempertimbangkan apakah akan mempertahankan sang legenda atau memulai lembaran baru tanpa dirinya.
Rekor di Liga Champions
Salah baru-baru ini mencatatkan sejarah di Liga Champions UEFA saat membawa Liverpool mengalahkan Galatasaray dengan skor 4-0 di Anfield pada Kamis (19/3/2026) dini hari WIB.
Pemain sayap asal Mesir itu menjadi pemain Afrika pertama yang mencetak 50 gol di Liga Champions.
Secara statistik, Salah kini mengoleksi 50 gol di Liga Champions, 47 di antaranya bersama Liverpool, serta masing-masing satu gol untuk AS Roma dan FC Basel. Ia juga semakin mengukuhkan diri sebagai pencetak gol terbanyak Afrika sepanjang sejarah kompetisi, melampaui Didier Drogba dan Samuel Eto'o, serta unggul jauh dari Sadio Mane.
Pencapaian ini menempatkan Salah sebagai pemain ke-12 dalam sejarah Liga Champions yang berhasil menembus 50 gol, menyusul Harry Kane yang lebih dulu mencapai angka tersebut bersama Bayern Munich.