Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kementeriannya melakukan aksi pamer kekayaan atau flexing di media sosial di tengah kesulitan ekonomi masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama jajaran pegawai di Kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, pada Jumat (22/5/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Finance.
Perilaku memamerkan kemewahan dinilai tidak pantas karena ASN hidup dari penghitungan pajak masyarakat. Menurut Dody, tindakan pamer tersebut dapat melukai perasaan warga negara yang membiayai instansi pemerintah.
"Nggak usah pakai flexing-flexingan. Kecuali kalau rakyat dan bangsa Indonesia ini 90% plus-plus sudah berada di masyarakat yang menengah ke atas, boleh lah kalau mau flexing model apapun," kata Dody di hadapan ASN Kementerian PU di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2026).
Sikap tegas diambil kementerian terhadap sejumlah pegawai yang kedapatan memamerkan gaya hidup mewah saat menempuh studi di luar negeri. Opsi pengunduran diri secara resmi diwajibkan bagi pegawai yang tetap ingin mempertahankan perilaku flexing tersebut di ranah publik.
"Tapi dengan kondisi Indonesia seperti hari ini dan adik-adik itu mendapatkan bulanannya dari mereka lewat pajak-pajak mereka, sekolah juga biayai mereka langsung maupun tidak langsung. Kan kalau flexing menyakiti mereka. Itu yang kita panggil yang dari London kan itu. Kita panggil dari London. Kalau mau flexing boleh tapi jangan jadi ASN, yang larang saya," tegas Dody.
Selain masalah gaya hidup, menteri juga menyoroti sikap ASN muda terhadap kebijakan strategis pemerintah pusat. Pegawai di lingkungan Kementerian PU dilarang keras memberikan komentar negatif atau menghina program prioritas, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program pemenuhan gizi tersebut sengaja dirancang oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mengatasi persoalan tengkes atau stunting demi menyiapkan kualitas sumber daya manusia masa depan.
"Jangan menghina program prioritas pemerintah, kecuali adik-adik ngerti dengan detail apa sih maksudnya Pak Presiden bikin MBG. Ngerti dengan detail loh ya, bukan hanya sekedar ngerti-ngertian. Pernah tau nggak itu ada upaya untuk pengetasan stunting? Ujung-ujungnya cuma satu, bagaimana Indonesia Emas 2045 bisa benar-benar terwujud," tutup Dody.