Kedatangan Michael Carrick sebagai pelatih Manchester United membawa angin segar. Setelah masa sulit di bawah Ruben Amorim, Carrick mampu menstabilkan tim dan memberikan kepercayaan diri.
Mantan gelandang MU itu ditunjuk sebagai pelatih hingga akhir musim. Ia sempat berkelakar mengenai wawancara yang dijalaninya setelah memimpin kemenangan 2-0 atas Tottenham Hotspur pada 7 Februari 2026.
Sejak 13 Januari 2026, Carrick mencatatkan empat kemenangan dan satu hasil imbang dari lima pertandingan. Lebih dari sekadar hasil, Carrick membawa ketenangan bagi klub.
Selama 14 bulan kepemimpinan Amorim, manajemen klub dihantui pertanyaan sulit. Kini, suasana menjadi lebih stabil berkat kehadiran Carrick.
Kemenangan memang membantu, tetapi Carrick juga menenangkan klub dengan caranya sendiri. Dulu, petinggi klub cemas setiap kali Amorim berbicara. Sekarang, kekhawatiran itu hilang.
Tidak ada lagi tuntutan publik kepada pemilik klub atau kritik terbuka terhadap pemain. Potensi kontroversi soal pemilihan pemain atau performa tim berhasil dihindari.
Carrick menekankan kepada para pemain bahwa bermain untuk MU adalah sebuah kehormatan. "Ini sesuatu yang saya rasakan selama 12 tahun berada di lini tengah United," ujarnya.
Carrick juga membuka lembaran baru bagi pemain yang tersisih di era Amorim, seperti Kobbie Mainoo. Namun, ia juga menekankan pentingnya bertanggung jawab atas masa lalu.
Saat menjadi manajer sementara untuk tiga pertandingan sebelumnya, ia berkata kepada pemain bahwa pertama-tama ia akan melihat dirinya sendiri, dan para pemain harus melakukan hal yang sama. Pendekatan serupa ia terapkan kali ini.
Ketenangan Carrick juga terlihat saat berbicara dengan CEO MU, Omar Berrada, dan Direktur Sepak Bola MU, Jason Wilcox. Menurut sumber, meski menginginkan posisi itu, ia tidak tampak terlalu berambisi. Bahkan, teman dekatnya menyebut bahwa ia "tenang saja" saat pencalonannya diumumkan.
Setelah meninggalkan Middlesbrough musim panas lalu, Carrick tetap sibuk dengan yayasan amalnya dan pekerjaan sebagai analis sepak bola. Posisi di MU adalah satu-satunya peran kepelatihan yang benar-benar membuatnya kembali fokus penuh ke sepak bola.
Carrick adalah sosok yang mandiri, meski banyak gaya kepemimpinannya dipelajari dari Ferguson. Apa yang terjadi di ruang ganti tetap di ruang ganti, dan ia kembali menekankan pentingnya akademi.
Salah satu langkah pertama Carrick adalah memberi tahu sekelompok alumni akademi bahwa mereka akan secara permanen bergabung dalam sesi latihan tim senior. Di era Amorim, pemain muda sering baru diberitahu di pagi hari jika dibutuhkan.
Carrick secara pribadi memantau kemajuan para prospek akademi. Ia bahkan menyempatkan diri menyaksikan tim muda Setan Merah melawan Manchester City di City Football Academy.
Menurut sumber di klub, Carrick begitu fokus pada pekerjaan harian sehingga jarang membahas rencana jangka panjang. Namun, akademi menjadi pengecualian karena ia menilai mempromosikan pemain muda adalah nilai penting klub. Salah satu favoritnya adalah winger berbakat, Shea Lacey.
Dengan 13 poin dari 15 yang mungkin, Carrick telah menempatkan MU di jalur lolos ke kompetisi Eropa. Jika tren ini berlanjut, pertanyaan tersulit yang akan ia hadapi adalah apakah ia mengantisipasi mendapatkan jabatan permanen.
Berrada dan Wilcox tidak khawatir, mereka sudah tahu Carrick bukan tipe yang mengganggu kestabilan klub. Setelah 14 bulan penuh gejolak, semua di Old Trafford kini bisa menikmati ketenangan.
Sumber: ESPN