Kondisi internal tim Ducati menjelang MotoGP 2026 menunjukkan sinyal positif. Marc Marquez telah kembali ke lintasan setelah menjalani pemulihan cedera bahu yang panjang.
Selain itu, Ducati menyatakan optimisme terhadap performa Pecco Bagnaia, setelah evaluasi menyeluruh dari musim 2025 yang kurang memuaskan.
Alih-alih mengikuti tren tim MotoGP lain yang cenderung mengamankan susunan pembalap dan kontrak jangka panjang sebelum musim dimulai, Ducati memilih pendekatan yang berbeda.
Davide Tardozzi, manajer tim Ducati, menjelaskan bahwa keputusan mengenai masa depan Marc Marquez dan Bagnaia baru akan diambil setelah peluncuran motor Ducati Desmosedici GP26.
"Untuk saat ini, saya melihatnya masih sebatas pembicaraan," ujar Tardozzi kepada GPOne. "Saya rasa keputusan tidak akan diambil terlalu lama, tetapi tetap membutuhkan waktu."
Tardozzi menekankan bahwa fokus utama Ducati saat ini adalah persiapan teknis dan peluncuran motor baru, bukan pada pembahasan kontrak pembalap.
"Tidak akan ada apa pun yang terjadi sebelum launching, karena kami sedang fokus menyiapkan motor dan acaranya. Ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan hal-hal tertentu," lanjutnya.
"Saya pikir pembahasan itu baru akan dilakukan setelah Madonna di Campiglio, atau bahkan lebih lama lagi," ungkap Tardozzi.
Ducati berencana meluncurkan GP26 beserta livery terbaru pada 19 Januari di Madonna di Campiglio, Italia.
Setelah peluncuran, motor baru tersebut akan menjalani sesi shakedown pertama di Sepang pada pekan berikutnya, sebelum mengikuti tes resmi pramusim MotoGP pada bulan Februari.
Keputusan Ducati untuk menunda pembahasan kontrak kedua pembalap bintangnya ini menunjukkan kehati-hatian tim dalam menentukan arah masa depan, terutama dengan Marquez dan Bagnaia yang diharapkan menjadi tokoh kunci di era baru MotoGP.