Gelandang Johor Darul Ta'zim (JDT), Natxo Insa, menerima hukuman kartu kuning setelah nekat merebut dan menggotong sendiri tandu medis pada pertandingan perempat final AFC Champions League (ACL) Elite melawan Al-Ahli di Jeddah, Jumat (17/4/2026).
Aksi spontan kapten JDT tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas kelambanan tim medis dalam menangani rekan setimnya, Jairo da Silva, yang pingsan di tengah lapangan. Dilansir dari Bola, peristiwa ini terjadi di King Abdullah Sports City Stadium saat laga memasuki menit ke-37.
Insiden bermula ketika pemain Al-Ahli, Ali Majrashi, melakukan tendangan salto yang secara tidak sengaja menghantam wajah Jairo da Silva. Benturan keras tersebut menyebabkan penyerang JDT itu terjatuh dan tidak sadarkan diri di area permainan.
Wasit asal Yordania, Adham Makhadmeh, segera mengeluarkan kartu merah untuk Majrashi. Namun, suasana memanas ketika tim medis resmi AFC di pinggir lapangan dinilai tidak segera merespons teriakan para pemain JDT untuk memberikan pertolongan darurat.
Melihat tidak adanya pergerakan dari petugas, Natxo Insa berlari ke arah tim medis dan mengambil alih tandu secara paksa demi mempercepat evakuasi Jairo. Meskipun bertujuan menyelamatkan rekannya, wasit tetap memberikan kartu kuning kepada Insa karena dianggap melanggar prosedur pertandingan.
Jairo da Silva segera dilarikan ke rumah sakit di Jeddah setelah berhasil dievakuasi dari lapangan. Pelatih JDT, Xisco Munoz, memberikan kabar terbaru mengenai kondisi sang pemain dalam sesi konferensi pers setelah pertandingan berakhir.
"Kami ingin menyampaikan kepada keluarga Jairo bahwa kondisinya sudah lebih baik di rumah sakit. Yang terpenting sekarang adalah kesehatannya," ujar Munoz, Pelatih JDT.
Laga tersebut berakhir dengan kekalahan Johor Darul Ta'zim 1-2 dari Al-Ahli, yang sekaligus menghentikan langkah klub asal Malaysia tersebut di kompetisi Asia musim ini. Al-Ahli dijadwalkan akan menghadapi wakil Jepang, Vissel Kobe, pada babak semifinal mendatang.