NEX Road to Champion hadir sebagai kompetisi pencarian bakat untuk mengembangkan potensi petarung di Indonesia. Ajang ini secara khusus dirancang guna menemukan talenta baru di dunia tinju dan indostriking yang nantinya dapat menapaki jenjang profesional hingga kancah internasional.
Hendy Lim, selaku Head of Sports Business Emtek Group sekaligus CEO Nex, menjelaskan bahwa program ini menjadi jembatan bagi para petinju dan fighter muda untuk berkarier lebih tinggi. Fokus utama dari inisiatif ini adalah membuka kesempatan luas bagi mereka yang berpotensi.
Meskipun jumlah peserta yang terlibat mencapai 256 petarung, Hendy Lim menyebut bahwa sebenarnya angka tersebut bisa lebih banyak lagi. Namun, panitia harus menerapkan proses penyaringan ketat demi menjaga kualitas dan optimalisasi jalannya kompetisi. Harapan ke depan, kompetisi ini bisa menampung lebih banyak petinju dan memperluas kelas yang dipertandingkan.
Proses seleksi dilakukan melalui audisi yang digelar di berbagai daerah. Langkah ini diambil untuk menjaring potensi petarung yang sebelumnya belum mendapat kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya. Dengan sistem seleksi terbuka, peluang bagi petarung dari berbagai latar belakang menjadi lebih merata.
Format Turnamen dan Penayangan
Turnamen NEX Road to Champion diselenggarakan oleh Quads Promotions dengan format eliminasi berkelanjutan. Ratusan fighter dari seluruh Indonesia akan berkompetisi dalam dua cabang olahraga utama: tinju (boxing) dan indostriking.
Setiap cabang olahraga memiliki empat kelas yang dipertandingkan, dan masing-masing diikuti oleh 32 peserta. Para fighter akan saling bersaing hingga menghasilkan satu juara di setiap kelasnya. Pertandingan ini akan ditayangkan secara eksklusif di Nex dan Vidio melalui sistem pay-per-view berlangganan, seperti dilansir dari Bola.