Peran Krusial Ole Romeny di Timnas Indonesia Curi Perhatian Pengamat

Performa Ole Romeny menuai pujian setelah tampil menonjol dalam dua laga Timnas Indonesia, meski kalah 0-1 dari Bulgaria pada 30 Maret 2026.

Penampilan Ole Romeny bersama Timnas Indonesia dalam laga final FIFA Series 2026 melawan Bulgaria pada Senin, 30 Maret 2026, menjadi sorotan. Walaupun pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, berakhir dengan kekalahan tipis 0-1, Romeny tetap menunjukkan performa impresif.

Seperti yang terjadi saat menghadapi Saint Kitts and Nevis pada laga perdana, penyerang naturalisasi berusia 25 tahun tersebut kembali dipercaya tampil sebagai starter. Meski mendapat pengawalan ketat, pemain yang membela Oxford United ini mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya, bahkan nyaris mencetak gol yang sayangnya membentur tiang gawang lawan.

Menurut Ronny Pangemanan, seorang pengamat sepak bola nasional, Ole Romeny layak mendapatkan apresiasi atas dedikasinya. Ronny menyoroti konsistensi Romeny yang tetap menonjol dalam dua pertandingan, terutama saat berhadapan dengan Bulgaria.

Padahal, sebelumnya Romeny sempat mengalami cedera yang cukup panjang. Selain itu, ia juga tidak mendapatkan menit bermain di klubnya, Oxford United, sepanjang bulan Maret. Namun, kondisi ini tidak menghalanginya untuk menjadi tumpuan utama di lini depan Timnas Indonesia.

“Ole Romeny memang sangat menonjol di depan. Kita wajib memberikan acungan jempol dengan permainan Ole. Bagaimana pemain ini sempat cedera panjang, tapi kemudian dia balik ke klubnya,” ujar Ronny Pangemanan melalui kanal YouTube pribadinya, seperti dikutip dari Bola.

Ronny Pangemanan, yang akrab disapa Ropan, menambahkan bahwa meskipun Romeny tidak mendapat banyak kesempatan bermain di klubnya, ia mampu membuktikan kualitasnya sebagai pemain terbaik di Timnas Indonesia.

PSSI Diharapkan Cari Tambahan Penyerang

Melihat performa Romeny, Ropan menyarankan PSSI untuk segera mencari setidaknya dua penyerang baru guna mendampingi Ole Romeny. Hal ini penting agar Timnas Indonesia tidak terlalu bergantung pada satu pemain saja di lini serang.

“Untuk urusan lini depan dia sangat bagus. Menjadi perhatian buat PSSI, buat pak Ketua Umum Pak Erick Thohir untuk melihat bahwa lini depan kita memang perlu penambahan pemain,” tutur Ropan.

Ropan menegaskan bahwa usulannya ini bukan bermaksud menafikan keberadaan striker-striker Timnas Indonesia yang ada saat ini, seperti Ramadhan Sananta, Jens Raven, Mauro Zijlstra, dan Hokky Caraka. Namun, ia jujur mengakui bahwa Ole Romeny masih unggul dibandingkan yang lain.

Pencarian penyerang baru menjadi krusial mengingat banyaknya agenda Timnas Indonesia sepanjang tahun 2026. Selain FIFA Matchday yang akan datang, Skuad Garuda juga akan berjuang di Piala AFF. Turnamen ini sangat penting, mengingat Indonesia belum pernah meraih gelar juara sejak tahun 1996.

Ropan menambahkan, “Kalau Ole cedera lagi, ini kan bahaya.” Pernyataan ini menunjukkan kekhawatiran akan ketergantungan terhadap Romeny, terutama di tengah jadwal padat seperti FIFA Matchday di bulan Juni dan Piala AFF, meskipun pemain dari klub luar negeri tidak bermain di Piala AFF.

Recommended