Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, memberikan pembelaan terhadap pemain sayapnya, Allano Lima, yang dinilai sering kurang mampu mengendalikan emosinya di lapangan.
Allano Lima telah mengoleksi sebelas kartu kuning di BRI Super League 2025/2026, menjadikannya pemain dengan kartu kuning terbanyak di tim.
Souza menyoroti bahwa sebagai seorang winger, Allano seharusnya tidak terlalu sering melakukan pelanggaran. Namun, dalam kasus Allano, ia kerap terpancing emosinya, baik saat berduel dengan pemain lawan maupun saat berargumentasi dengan wasit.
Allano Lima baru-baru ini mendapatkan kartu kuning saat Persija menang 3-2 melawan Malut United. Meskipun demikian, Allano juga menyumbangkan dua assist dan dinobatkan sebagai man of the match (MOTM).
"Allano tidak bicara apa pun dengan wasit, dengan siapa pun. Ada beberapa pemain terlibat masalah, justru pemain yang mendapatkan kartu itu Allano," ujar Souza.
Souza menyayangkan fokus yang diberikan pada kartu kuning Allano, mengabaikan kontribusi positifnya bagi tim.
Statistik Allano musim ini mencakup enam gol, tujuh assist, tujuh gelar MOTM, sebelas kartu kuning, dan satu kartu merah.
"Sepertinya yang sudah kami lakukan tidak bisa memuaskan wartawan. Memang beberapa klub yang sedang bersaing jadi juara, kami datang ke sini dengan laga susah, kami bisa dapat kemenangan," ucap Souza.
Souza merasa sedih karena perhatian hanya tertuju pada kartu kuning Allano, padahal sang pemain telah memberikan kontribusi besar bagi tim.
Upaya Pengendalian Emosi Allano Lima
Souza mengungkapkan bahwa pihaknya telah berupaya mendekati Allano dan mengklaim pemain berusia 30 tahun itu sudah berusaha menjaga emosinya.
"Kami sudah berbicara dengan dia, dan dia menjaga dirinya, emosinya. Tapi, dia adalah pemain bagus dan mau lakukan yang terbaik untuk tim," ungkap Souza.
Souza berharap fokus utama adalah kemenangan tim, bukan hanya kartu kuning Allano. Ia juga berharap The Jakmania terus memberikan dukungan positif kepada tim.