Enam Pelatih Sepak Bola Berhasil Pulihkan Reputasi Setelah Terpuruk

Daftar enam pelatih sepak bola dunia yang sukses membangun kembali karier gemilang mereka setelah sempat mengalami pemecatan dan kegagalan pahit.

Sejumlah pelatih papan atas dunia berhasil membuktikan kebangkitan karier mereka setelah sempat mengalami kegagalan dan pemecatan hingga April 2026. Fenomena ini menjadi sorotan di tengah tekanan besar yang dihadapi manajer di liga-liga top Eropa, termasuk nasib Arne Slot di Liverpool yang kini terancam pemecatan.

Dilansir dari Bola, terdapat enam figur pelatih yang sukses memutarbalikkan persepsi publik dari kegagalan menjadi pencapaian luar biasa. Salah satu contoh menonjol adalah Frank Lampard yang sempat diragukan saat ditunjuk menangani Coventry City pada November 2024 setelah rentetan hasil buruk di Chelsea dan Everton.

Lampard berhasil membungkam keraguan publik dengan membawa tim tersebut promosi ke kasta tertinggi Liga Inggris setelah penantian selama 25 tahun. Keberhasilan ini memaksa para pakar sepak bola menilai kembali kemampuan manajerial mantan gelandang timnas Inggris tersebut.

David Moyes juga mencatatkan pemulihan reputasi yang signifikan setelah sempat dicap gagal di Manchester United dan Sunderland. Moyes mengantarkan West Ham meraih trofi Liga Konferensi UEFA pada 2023 dan menjaga stabilitas klub di kompetisi antarklub Eropa selama tiga musim berturut-turut.

Selain itu, Unai Emery dan Nuno Espirito Santo menunjukkan pola serupa dengan bangkit dari keterpurukan di klub London Utara. Emery membawa Aston Villa menembus Liga Champions, sementara Nuno sukses memulihkan namanya bersama Al-Ittihad dan Nottingham Forest sebelum kini menangani West Ham.

Marco Silva dan Claudio Ranieri melengkapi daftar pelatih yang menemukan momentum kembali di klub yang berbeda. Silva menjadikan Fulham tim papan tengah yang kompetitif, sedangkan Ranieri mencatatkan sejarah legendaris bersama Leicester City pada 2015 setelah dipecat dari tim nasional Yunani.

"Claudio Ranieri jelas berpengalaman, tetapi ini adalah pilihan yang kurang inspiratif dari Leicester," ujar Gary Lineker, mantan pemain timnas Inggris, saat mengomentari penunjukan Ranieri pada masa itu yang akhirnya justru berbuah gelar juara. Perjalanan para pelatih ini menjadi bukti bahwa titik nadir dalam karier manajerial bukanlah akhir dari segalanya.

Recommended