Beberapa pemain sepak bola dunia telah membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk mencapai performa puncak. Karim Benzema menjadi salah satu contohnya.
Karim Benzema membuktikan diri sebagai mesin gol andalan Real Madrid meski telah berusia 34 tahun. Di tengah ketatnya persaingan, Benzema justru tampil impresif, terutama di Liga Champions.
Dua pertandingan penting yang menunjukan ketajamannya adalah saat Real Madrid mengalahkan PSG dan Chelsea. Dalam dua laga tersebut, Benzema mencetak hattrick.
Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, memuji kehebatan Benzema. "Benzema sungguh fantastis," tegasnya.
Selain Karim Benzema, berikut adalah beberapa pemain lain yang tetap bersinar setelah melewati usia 30 tahun:
Luka Modric
Luka Modric tampil luar biasa bersama Tottenham dan Real Madrid. Ia memenangkan Liga Champions dan Copa Del Rey di usia akhir 20-an. Setelah itu, Modric menjadi pemain kunci dalam keberhasilan Real Madrid meraih tiga Piala Eropa dan dua gelar La Liga. Ia juga menginspirasi negaranya hingga final Piala Dunia 2018 dan meraih Ballon d'Or pada usia 33 tahun.
Stanley Matthews (1945)
Stanley Matthews memenangkan Ballon d'Or 11 tahun setelah berusia 30 tahun. Ia juga tampil memukau di final Piala FA 1953 pada usia 42 tahun. Secara total, Matthews tampil lebih dari 850 kali untuk klub dan negara selama 34 tahun, 23 di antaranya setelah memasuki usia 30-an.
Fabio Quagliarella (2013)
Fabio Quagliarella menjadi andalan Sampdoria pada usia 39 tahun. Ia menikmati karier Serie A yang luar biasa setelah kembali ke klubnya pada usia 33 tahun pada 2016. Quagliarella mencetak lebih dari 90 gol untuk klub tersebut dan memenangkan sepatu emas Serie A pada 2019 dengan 26 gol.
Antonio Di Natale (2007)
Antonio Di Natale mencetak 102 gol sebelum usia 30 tahun dan 181 gol setelahnya. Ia merebut Capocannoniere, sepatu emas Seri A, dua kali setelah usia 33 tahun dan dinobatkan sebagai Italian Football of the Year 2010 di Udinese.
Fabio Cannavaro (2003)
Fabio Cannavaro memenangkan UEFA Cup bersama Parma pada tahun 1999 saat berusia 25 tahun. Ia baru meraih trofi utama lainnya menjelang ulang tahunnya yang ke-33, yaitu Piala Dunia 2006. Cannavaro mendapat penghargaan Pemain Terbaik Dunia FIFA dan Ballon d'Or sebelum bergabung dengan Real Madrid.
Brad Friedel (1997)
Brad Friedel muncul di sepak bola Eropa pada tahun 1997 ketika Liverpool mengontraknya pada usia 26 tahun. Friedel memegang rekor penampilan terbanyak berturut-turut dalam sejarah Liga Inggris, dimulai dengan pertandingan Blackburn melawan West Brom pada Agustus 2004 saat ia berusia 33 tahun. Ia memainkan 310 pertandingan berturut-turut.
Jamie Vardy (2012)
Pencapaian terbesar Jamie Vardy adalah saat meraih gelar Liga Inggris 2015/16, memenangkan sepatu emas dan FWA POTY saat Leicester menjadi juara. Vardy mencapai puncak karier tepat sebelum berusia 30 tahun dan mempertahankannya hingga usia 40-an. Ia mencetak 94 gol Liga Inggris setelah berusia 30 tahun dan berada di urutan ke-14 dalam daftar pencetak gol sepanjang masa.
Teddy Sheringham (1996)
Teddy Sheringham bergabung dengan Manchester United pada usia 31 tahun dan menikmati tahun-tahun terbaik dalam karirnya di Old Trafford. Ia menjadi bagian penting dari tim peraih treble tahun 1999 dan dinobatkan sebagai PFA dan FWA POTY pada tahun 2001.
Gary McAllister (1994)
Gary McAllister telah memainkan 19 musim sebagai pemain profesional ketika Liverpool mengontraknya pada usia 35 tahun. Pemain Skotlandia itu meraih treble piala pada tahun 2000. McAllister adalah pemain hebat sebelum usia 30 tahun, tetapi menjadi benar-benar hebat setelahnya.