TNI Angkatan Laut (AL) resmi membuka pendaftaran calon Bintara Prajurit Karier (PK) Gelombang III Tahun Anggaran 2026 bagi pemuda-pemudi Indonesia yang dimulai sejak Jumat, 24 April 2026. Proses rekrutmen melalui jalur seleksi prajurit ini dijadwalkan berlangsung secara daring hingga 30 Juli 2026 mendatang.
Pembukaan kesempatan bergabung menjadi kekuatan militer laut ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan personel pada organisasi TNI. Dilansir dari Medcom, pendaftaran terbuka bagi warga negara Indonesia yang memenuhi persyaratan akademik minimal lulusan SMA, SMK, hingga jenjang Diploma 3 (D3).
“Dalam rangka pemenuhan personel pada organisasi TNI, TNI AL membuka kesempatan kepada pemuda-pemudi terbaik seluruh Indonesia untuk menjadi calon Bintara PK TNI AL,” tulis informasi di laman resmi Rekrutmen TNI AL pada Jumat, 24 April 2026.
Calon pelamar pria diwajibkan memiliki tinggi badan minimal 163 cm, sementara seluruh pendaftar harus berusia antara 17 tahun 10 bulan hingga 22 tahun saat pembukaan pendidikan pada 9 Oktober 2026. Khusus bagi lulusan strata D3, batas usia maksimal diberikan kelonggaran hingga 24 tahun.
Terdapat kriteria khusus mengenai latar belakang pendidikan, di mana lulusan SMK harus berasal dari jurusan teknik informatika. Sementara itu, terdapat 28 jurusan D3 yang diterima, di antaranya Teknik Informatika, Akuntansi, Manajemen Logistik, Keperawatan, Farmasi, hingga Teknik Permesinan Kapal.
Persyaratan administratif lainnya mencakup nilai rata-rata ujian minimal 55,00 serta kewajiban memiliki kartu BPJS atau jaminan kesehatan aktif. Pelamar juga diharuskan belum pernah menikah, tidak memiliki catatan kriminalitas dari Polres setempat, serta bersedia menjalani Ikatan Dinas Pertama setelah dinyatakan lolos seleksi.
Mekanisme pendaftaran dilakukan secara mandiri oleh calon peserta melalui situs resmi al.rekrutmen-tni.mil.id dengan mengisi formulir secara lengkap. Setelah mendaftar daring, peserta wajib melakukan daftar ulang secara fisik di tempat pendaftaran yang telah ditentukan dengan membawa dokumen asli seperti Akte Kelahiran, KTP, Ijazah, dan SKHUN.
Tahapan seleksi tingkat daerah diawali dengan masa sosialisasi yang telah berjalan sejak awal April sebelum memasuki fase pendaftaran daring selama hampir empat bulan. Seluruh calon prajurit yang mendaftar juga diwajibkan melampirkan akun media sosial yang telah aktif minimal selama enam bulan sebagai bagian dari verifikasi administrasi.