Insiden tragis yang menimpa kota Minab, Iran, dengan ratusan korban sipil, kini memicu perdebatan global. Terdapat perbedaan narasi antara pemerintah Amerika Serikat dan hasil investigasi independen terkait penyebab serangan tersebut.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa rudal yang menghantam sebuah sekolah perempuan di Minab kemungkinan berasal dari Iran. Namun, analisis video oleh organisasi riset open-source Bellingcat menunjukkan indikasi yang berbeda.
Serangan yang terjadi pada 28 Februari 2026 tersebut menghantam Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh di Minab, Provinsi Hormozgan, Iran. Sumber lokal dan laporan media memperkirakan jumlah korban tewas mencapai 168 hingga 180 orang. Mayoritas korban adalah anak perempuan usia sekolah dasar, guru, dan warga sipil di sekitar lokasi.
Peristiwa ini menjadi salah satu insiden dengan korban sipil terbanyak sejak meningkatnya konflik militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran di Timur Tengah.
Donald Trump, dalam pernyataannya kepada wartawan di Air Force One, menyatakan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, serangan itu kemungkinan besar disebabkan oleh rudal Iran yang meleset.
"Berdasarkan apa yang saya lihat, itu dilakukan oleh Iran. Mereka sangat tidak akurat dengan munisi mereka," ujar Trump dikutip dari US Today.
Sejumlah pejabat Amerika Serikat menyampaikan pandangan serupa. Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyebut bahwa Iran memiliki riwayat serangan yang tidak presisi. Penyelidikan internal masih berlangsung untuk memastikan kronologi kejadian.
Pemerintah AS menegaskan bahwa operasi militernya di wilayah tersebut menargetkan fasilitas militer Iran, bukan infrastruktur sipil.
Video Dianalisis Bellingcat
Narasi yang disampaikan oleh pihak Amerika Serikat mulai dipertanyakan setelah organisasi investigasi open-source Bellingcat menganalisis video yang beredar di media Iran. Video tersebut, yang dirilis oleh kantor berita Mehr News Agency, memperlihatkan detik-detik sebuah rudal menghantam kompleks militer di Minab.
Tim Bellingcat melakukan verifikasi dengan geolokasi lokasi, analisis visual, serta pencocokan dengan rekaman lain dari lokasi pengeboman di sekitar Minab.
Hasil analisis menunjukkan bahwa rudal dalam video memiliki karakteristik yang sangat mirip dengan Tomahawk Land Attack Missile (TLAM), rudal jelajah buatan Amerika Serikat.
Bellingcat menjelaskan bahwa rudal Tomahawk memiliki bentuk, pola penerbangan, serta karakteristik ledakan yang khas. Analisis mereka menemukan kesamaan dengan rekaman serangan lain di wilayah Minab yang sebelumnya diklaim sebagai bagian dari operasi militer Amerika Serikat.
Investigasi lebih lanjut mengungkapkan bahwa Sekolah Shajareh Tayyebeh berjarak sekitar 600 meter dari kompleks Angkatan Laut IRGC (Islamic Revolutionary Guard Corps) yang dikenal sebagai Sayyid al-Shuhada.
Citra satelit dari Planet Labs menunjukkan kerusakan presisi di beberapa titik, termasuk bangunan sekolah, fasilitas medis, serta area bunker militer di sekitarnya.
Media internasional seperti The New York Times, CNN, dan Reuters melaporkan bahwa serangan tersebut kemungkinan merupakan bagian dari operasi militer yang menargetkan fasilitas IRGC. Namun, kedekatan lokasi dengan area sipil menyebabkan dampak fatal bagi warga sekitar.
Pemerintah Iran mengecam keras insiden ini dan menyebutnya sebagai pembantaian terhadap warga sipil. Teheran menuntut pertanggungjawaban internasional dan meminta penyelidikan independen.
Organisasi hak asasi manusia dan lembaga internasional menyerukan investigasi lebih lanjut. Perserikatan Bangsa-Bangsa serta kelompok seperti Human Rights Watch meminta klarifikasi mengenai apakah serangan tersebut melanggar hukum humaniter internasional.