Masa depan Liam Rosenior sebagai pelatih Chelsea masih terjamin, setidaknya dalam jangka pendek. Meskipun performa tim belum menunjukkan konsistensi, manajemen klub dikabarkan tidak berencana mengganti pelatih dalam waktu dekat.
Keputusan ini terbilang menarik, mengingat tekanan yang biasa dialami pelatih Chelsea dalam beberapa musim terakhir sangat tinggi. Namun, kali ini klub memilih memberikan Rosenior kesempatan lebih panjang.
Penunjukan pelatih berusia 40 tahun ini dilakukan pada Januari lalu, menggantikan Enzo Maresca. Sejak akuisisi klub oleh Todd Boehly dan Clearlake Capital pada 2022, Rosenior menjadi pelatih permanen kelima yang memimpin Chelsea.
Manajemen klub menunjukkan komitmen untuk mendukung proyek jangka panjang bersama Rosenior, meskipun hasil di lapangan belum sepenuhnya memuaskan.
Chelsea disebut-sebut akan memberikan Rosenior kesempatan untuk menjalani setidaknya satu musim penuh sebelum melakukan evaluasi resmi. Artinya, target jangka pendek seperti lolos ke Liga Champions musim depan bukan satu-satunya ukuran penilaian terhadap kinerjanya.
Klub hanya akan mempertimbangkan perubahan jika terjadi penurunan performa yang sangat drastis dan berkelanjutan hingga akhir musim. Namun, skenario tersebut diyakini kecil kemungkinannya terjadi.
Faktor finansial juga menjadi pertimbangan. Rosenior menandatangani kontrak berdurasi enam setengah tahun, sehingga pemecatan dalam waktu dekat akan memaksa klub membayar kompensasi besar.
Saat diperkenalkan sebagai pelatih, Rosenior mengungkapkan ambisinya untuk sukses bersama Chelsea.
"Ini adalah hasil kerja keras sepanjang hidup saya untuk bisa sampai di titik ini. Tapi seperti yang sudah saya katakan kepada para pemain, datang ke klub ini adalah satu hal, tetapi saya ingin menang bersama klub luar biasa ini," ungkap Rosenior.
"Ketika pertama kali mendengar Chelsea tertarik kepada saya, itu menjadi salah satu hari paling membanggakan dalam hidup saya. Sekarang saya berada di sini bersama staf dan pemain, ini adalah momen yang tidak akan pernah dilupakan," lanjutnya.
Target Liga Champions Tetap Jadi Prioritas
Performa Chelsea di bawah asuhan Rosenior belum stabil meski mendapat dukungan penuh. The Blues tercatat menelan empat kekalahan beruntun di semua kompetisi.
Mereka juga tersingkir dari Liga Champions dengan agregat 2-8 dari Paris Saint-Germain, hasil yang menjadi sorotan.
Di Premier League, Chelsea saat ini berada di peringkat keenam, hanya terpaut satu poin dari posisi kelima yang ditempati Liverpool.
Namun, peluang untuk lolos ke Liga Champions masih terbuka. Dengan koefisien UEFA Inggris yang tinggi, posisi lima besar hampir pasti cukup untuk mengamankan tiket ke kompetisi elite Eropa tersebut.
Pendekatan Chelsea kali ini menegaskan bahwa klub mulai mengedepankan stabilitas dibanding keputusan reaktif.
Dengan memberi waktu kepada Rosenior, manajemen berharap bisa membangun fondasi tim yang lebih solid dalam jangka panjang.
Jika mampu memperbaiki performa dan menjaga konsistensi, Rosenior berpeluang membayar kepercayaan tersebut dengan membawa Chelsea kembali bersaing di papan atas, sekaligus mengamankan tiket Liga Champions musim depan.