Prabowo Subianto Lantik Hanif Faisol Menjadi Wamenko Bidang Pangan

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan di Istana Kepresidenan Jakarta hari ini.

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Senin (27/4/2026). Penunjukan ini menggeser posisi Hanif yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup dalam susunan kabinet.

Keputusan perombakan posisi ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 51 P tahun 2026 mengenai Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih periode 2024-2029. Dilansir dari Detik Finance, Hanif menyebut perpindahan tugasnya didasari oleh pertimbangan matang dari kepala negara.

Presiden Prabowo Subianto dinilai melakukan peninjauan mendalam serta memperhatikan dinamika pemerintahan sebelum memutuskan proses kocok ulang posisi menteri tersebut. Hanif menyatakan kesiapannya untuk mengemban tanggung jawab baru di sektor kedaulatan pangan.

"Pertimbangan Bapak Presiden tentunya sangat mendalam dan tentunya sangat memperhatikan dinamika yang terjadi," ungkap Hanif dikutip dari YouTube resmi Sekretariat Presiden, Senin (27/4/2026).

Tugas baru sebagai Wamenko Bidang Pangan ini difokuskan untuk memperkuat berbagai program prioritas pemerintah yang sedang berjalan. Hanif mengungkapkan bahwa dirinya akan segera memulai koordinasi teknis mulai Selasa besok guna mengejar target swasembada pangan.

Salah satu agenda utama yang akan disentuh adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi pilar strategis pemerintahan Prabowo. Hanif berencana melakukan sinergi lintas sektor di bawah arahan Menteri Koordinator guna memastikan program tersebut tepat sasaran.

Langkah kerja keras menjadi komitmen Hanif dalam menghadapi tantangan di sektor pangan nasional. Ia menegaskan akan meminta arahan lebih lanjut dari Menko terkait langkah-langkah strategis yang harus segera dieksekusi demi kepentingan bangsa.

Recommended