Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri peringatan Hari Buruh atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Jumat (1/5/2026) mulai pukul 08.00 WIB. Kehadiran kepala negara ini bertujuan untuk menyampaikan pidato khusus terkait capaian pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, mengungkapkan bahwa dalam agenda tersebut Presiden akan memaparkan sejumlah kebijakan strategis yang direncanakan sepanjang tahun 2026. Informasi ini sebagaimana dilansir dari Detik Finance pada Kamis (30/4/2026).
"Lalu bapak presiden akan menyampaikan sambutan kenegaraannya, dan beliau akan menyampaikan apa yang akan beliau lakukan di tahun 2026," jelas Andi Gani Nena Wea, Presiden KSPSI. Pidato tersebut diprediksi akan memuat poin-poin penting yang menjadi perhatian utama kalangan pekerja nasional.
Andi Gani menambahkan bahwa pemerintah kemungkinan besar akan memberikan pengumuman istimewa bagi para buruh dalam momen peringatan tersebut. Sinyal mengenai kebijakan baru ini diharapkan menjadi kabar positif bagi penguatan hak-hak pekerja di berbagai sektor industri.
Pihak buruh turut memberikan apresiasi atas realisasi sejumlah janji politik Presiden Prabowo yang telah diselesaikan. Beberapa di antaranya meliputi pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT) dan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Selain itu, pemerintah juga tengah mematangkan rencana pembatasan sistem kerja alih daya atau outsourcing. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya perlindungan tenaga kerja agar memiliki kepastian status hukum dan jaminan kerja yang lebih baik di masa depan.
Fokus lain yang akan dibahas dalam momentum May Day kali ini adalah nasib pekerja transportasi daring atau ojek online (ojol). Pemerintah dilaporkan sedang menyusun solusi komprehensif yang mencakup skema jaminan kesehatan serta perlindungan sosial bagi para mitra pengemudi.
Meskipun detail regulasi tersebut belum dibuka ke publik, Andi Gani meyakini bahwa pemerintah serius dalam mencari jalan keluar terbaik bagi ekosistem ojol. Kepastian mengenai kebijakan tersebut diharapkan akan diumumkan secara resmi oleh Presiden Prabowo saat acara berlangsung di Monas.