PSBS Biak Kalah Telak 0-5 dari Dewa United Akibat Krisis Internal

PSBS Biak takluk 0-5 dari Dewa United di tengah masalah tunggakan gaji pemain yang menyebabkan tim kehilangan fokus dalam laga pekan ke-32 Liga 1.

PSBS Biak menderita kekalahan telak 0-5 saat menghadapi Dewa United dalam laga pekan ke-32 kasta tertinggi liga sepak bola Indonesia di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Jumat (8/5/2026) malam WIB.

Hasil buruk tersebut memperburuk kondisi klub berjuluk Badai Pasifik yang kini resmi terdegradasi ke kasta kedua setelah performa tim terus merosot akibat krisis finansial internal. Dilansir dari Bola, permasalahan penunggakan gaji pemain disinyalir menjadi pemicu utama hilangnya konsentrasi skuat di lapangan.

Dewa United mendominasi pertandingan melalui tiga gol Alex Martin pada menit ke-4, 56, dan 90+2. Taisei Marukawa menambah keunggulan pada menit ke-51, sementara satu gol lainnya tercipta melalui gol bunuh diri Nurhidayat di pengujung laga.

Pelatih PSBS Biak, Marian Mihail, menyebut situasi tim sudah tidak kondusif sebelum pertandingan dimulai karena para pemain lebih fokus memprotes manajemen. Akibat pembicaraan masalah hak tersebut, para pemain dilaporkan tidak sempat melakukan pemanasan sebelum sepak mula dilakukan.

"Pertandingan ini sudah sangat tidak seimbang sejak awal karena para pemain kami sibuk berbicara dengan manajemen untuk mengklarifikasi situasi mereka," kata Marian Mihail, Pelatih PSBS Biak.

Mihail menyayangkan sikap anak asuhnya yang terlalu larut dalam persoalan di luar lapangan, meskipun ia memahami sensitivitas masalah gaji. Menurutnya, mekanisme penyelesaian utang pemain sebenarnya sudah diatur melalui sistem lisensi klub yang dikelola otoritas liga dan PSSI.

Meski kecewa, arsitek tim asal Rumania tersebut tetap mengapresiasi kualitas permainan Dewa United yang dinilai tampil modern dan proaktif. Ia membandingkan gaya bermain lawan dengan Bali United yang memiliki penguasaan bola kolektif yang sangat baik.

Pada dua pertandingan tersisa musim ini, manajemen PSBS Biak berencana melakukan evaluasi menyeluruh untuk membangun ulang kekuatan tim. Fokus utama klub adalah memantau pemain yang memiliki disiplin dan mentalitas kuat untuk kembali berkompetisi musim depan.

Mihail menegaskan komitmennya untuk mengembalikan identitas asli tim yang berbasis pada talenta lokal Papua. Langkah ini diambil guna memastikan PSBS memiliki pondasi yang lebih solid saat berupaya mengejar tiket promosi kembali ke kasta tertinggi di masa mendatang.

Recommended