Perubahan jadwal pertandingan BRI Super League 2025/2026 selama Ramadan diantisipasi oleh PSIM Yogyakarta. Mayoritas laga akan digelar malam hari, dimulai pukul 20.30 WIB, untuk menghormati pemain dan ofisial yang berpuasa.
Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean-Paul van Gastel, memastikan timnya telah menyiapkan strategi untuk menghadapi perubahan jadwal ini. Penyesuaian dilakukan agar performa tim tidak terganggu selama bulan Ramadan.
Van Gastel mengakui bahwa perubahan waktu kick-off menjadi tantangan tersendiri. "Tentu saja karena Ramadan waktu kick-off menjadi lebih lambat. Saya sudah berbicara dengan staf lokal kami yang memiliki pengalaman Ramadan tentang apa yang terbaik untuk dilakukan," ujar Van Gastel.
Sebagai langkah adaptasi, PSIM Yogyakarta tidak lagi menggelar latihan pagi sejak awal Ramadan. Sesi latihan dipindahkan ke sore hari untuk membantu pemain mengatur kondisi fisik dengan lebih baik selama berpuasa.
"Sejak Ramadan dimulai kami mulai berlatih di sore hari, bukan pagi hari. Kami juga menyesuaikan program di hari pertandingan agar para pemain yang menjalankan ibadah puasa bisa makan (berbuka) dengan layak," katanya.
I.League selaku operator kompetisi memutuskan untuk menggelar seluruh laga malam hari selama Ramadan. Sebagian besar pertandingan dimulai pukul 20.30 WIB, sementara satu pertandingan lainnya dijadwalkan pukul 21.00 WIB. Keputusan ini diambil untuk memberikan kesempatan bagi para pemain, pelatih, dan kru pendukung yang berpuasa untuk berbuka puasa sebelum bertanding.
PSIM Yogyakarta akan menghadapi jadwal padat di dua laga terakhir bulan ini. Pada Senin (23/2/2026), mereka akan menjamu Bali United di Stadion Sultan Agung, Bantul, pukul 20.30 WIB. Kemudian, mereka akan bertemu PSBS Biak pada Jumat (27/2/2026) pukul 20.30 WIB. Beruntungnya, PSIM tidak perlu melakukan perjalanan jauh karena PSBS Biak bermarkas di Stadion Maguwoharjo, Sleman, sehingga diharapkan dapat membantu menjaga kebugaran pemain.