PSIM Yogyakarta Kalah dari Dewa United, Pelatih Ungkap Perjuangan Tim

PSIM Yogyakarta takluk 0-1 dari Dewa United di pekan ke-26 BRI Super League 2025/2026. Gol penalti Alex Martins jadi penentu laga.

PSIM Yogyakarta harus pulang tanpa poin setelah kalah tipis 0-1 dari Dewa United dalam pertandingan pekan ke-26 BRI Super League 2025/2026. Laga yang berlangsung di Banten International Stadium, Kota Serang, pada Jumat (3/4/2026) malam WIB tersebut ditentukan oleh satu gol penalti.

Alex Martins menjadi pahlawan bagi Dewa United dengan mencetak gol dari titik putih pada menit ke-62. Penalti ini diberikan wasit setelah pengecekan VAR, menyusul pelanggaran yang dilakukan Donny Warmerdam terhadap Ivar Jenner di area kotak terlarang, seperti dilansir dari Bola.

Meskipun menelan kekalahan, skuad berjuluk Laskar Mataram menunjukkan permainan yang tidak buruk. Berdasarkan data Lapangbola, PSIM bahkan mengungguli tuan rumah dalam penguasaan bola, dengan catatan 53 persen berbanding 47 persen milik Dewa United.

Dalam hal peluang, PSIM Yogyakarta juga tampil lebih agresif. Mereka melepaskan total 14 tembakan, di mana tiga di antaranya tepat sasaran. Sementara itu, Tim Banten Warriors hanya melakukan tujuh percobaan ke arah gawang, dengan jumlah tembakan tepat sasaran yang sama.

Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, menganggap pertandingan berjalan seimbang. Namun, ia menyesalkan timnya harus kalah karena insiden penalti tunggal.

“Saya pikir pertandingannya seimbang. Itu adalah laga yang ketat dan akhirnya penalti menjadi penentu di pertandingan ini. Tapi saya pikir kami pantas mendapatkan lebih dari sekadar kekalahan,” ujar Van Gastel seusai pertandingan.

Terkait keputusan penalti, Van Gastel memilih untuk tidak memperdebatkannya. Ia menyatakan tidak ingin membahas masalah semacam itu agar tidak terjadi diskusi serupa di setiap pertandingan.

Mentalitas dan Daya Juang Tim

Jean-Paul van Gastel turut menyinggung aspek mentalitas timnya yang dikenal pantang menyerah. Meskipun gagal bangkit dalam laga ini, ia tetap melihat karakter tersebut melekat pada skuad PSIM sepanjang musim.

“Anda selalu berharap tim Anda memiliki karakter pantang menyerah, terus berjuang, terus menekan, saling menyemangat satu sama lain, dan mencoba meraih hasil positif,” kata Van Gastel, dikutip dari laman resmi klub PSIM Jogja.

Ia menambahkan bahwa musim ini tim telah membuktikan kemampuan untuk bangkit dari ketertinggalan. Meskipun tidak berhasil melakukannya kali ini, Van Gastel menyebut hal itu sebagai bagian dari dinamika permainan.

“Terkadang Anda berhasil mencetak gol, menang, atau menyamakan kedudukan dan terkadang Anda kalah. Itulah bagian dari permainan dan hari ini kami berada di pihak yang kalah,” sambungnya.

Gelandang PSIM, Donny Warmerdam, juga berpandangan bahwa timnya bermain lebih baik, khususnya pada babak pertama. Namun, hasil akhir tetap berpihak kepada tuan rumah.

“Saya pikir di babak pertama kami memiliki peluang yang lebih baik dan mereka tidak benar-benar memiliki peluang bagus. Tapi pada akhirnya mereka mencetak gol dari penalti dan mereka menang, jadi ya begitulah,” ucap Donny.

Kekalahan ini membuat PSIM Yogyakarta tertahan di posisi kedelapan klasemen sementara BRI Super League dengan perolehan 38 poin. Catatan tersebut merupakan hasil dari sembilan kemenangan, 11 hasil imbang, dan enam kekalahan.

Recommended