Dua area peristirahatan di ruas Tol Trans Jawa, yakni KM 57 dan KM 62, akan mengalami penataan ulang besar-besaran. Keputusan ini diambil menyusul evaluasi pelaksanaan angkutan Lebaran 2026 yang menghadapi kendala signifikan, termasuk kemacetan di titik-titik tersebut. Dilansir dari Detik Finance, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, mengungkapkan bahwa penataan ini adalah langkah strategis untuk mencegah terulangnya masalah serupa pada periode libur Nataru 2026 dan Lebaran 2027.
Dody Hanggodo menjelaskan bahwa meskipun rest area KM 57 berjarak sekitar 9 km dari turunan jalur layang MBZ, lokasi tersebut tetap menjadi penyebab utama kemacetan (bottleneck) saat volume kendaraan meningkat drastis. Masalah ini, bersama dengan kondisi jalan berlubang, menjadi sorotan utama dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi V DPR RI pada Selasa, 7 April 2026.
"Ada beberapa rest area yang menjadi titik masalah yang satu di km 57 dan km 62. Nanti setelah ini kita sudah sepakat, saya, Pak Menteri Perhubungan dan korlantas akan melakukan penataan ulang besar-besaran khusus di dua area ini," ujar Dody Hanggodo.
Penataan ulang ini merupakan kesepakatan antara Dody Hanggodo, Menteri Perhubungan, dan Korlantas Polri. Tujuan utamanya adalah memastikan kelancaran arus lalu lintas dan kenyamanan pengguna jalan tol, terutama selama periode puncak liburan.
Dody Hanggodo juga menambahkan bahwa sebenarnya Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) telah menyediakan rest area tambahan di luar jalan tol. Fasilitas ini seharusnya bisa dimanfaatkan masyarakat tanpa dikenakan biaya tambahan untuk masuk kembali ke tol.
Namun, Dody menyayangkan kurangnya sosialisasi mengenai fasilitas rest area tambahan tersebut. Akibatnya, banyak pengguna jalan yang tidak mendapatkan informasi yang jelas dan memilih menumpuk di rest area dalam tol, memperparah kemacetan. "Mungkin sosialisasinya kita kurang mantap sehingga kemudian masyarakat tidak terinfo dengan jelas," katanya.
Dengan penataan ulang ini, diharapkan infrastruktur pendukung di Tol Trans Jawa dapat lebih optimal dalam menampung volume kendaraan yang terus meningkat setiap tahunnya, terutama saat musim liburan panjang.