Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, memberikan tawaran beasiswa kuliah ke China kepada Josepha Alexandra, siswi SMAN 1 Pontianak, pada Rabu (13/5/2026) setelah viralnya kasus ketidakadilan dalam lomba cerdas cermat tingkat provinsi.
Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab moral dan dukungan terhadap Josepha yang dinilai dirugikan oleh keputusan juri pada Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI di Kalimantan Barat baru-baru ini. Sebagaimana dilansir dari Medcom, Rifqi juga berjanji akan membantu mencarikan pekerjaan bagi Josepha di perusahaan multinasional setelah masa studinya selesai.
Kejadian ini bermula saat jawaban Josepha dalam kompetisi tersebut dianulir oleh dewan juri dengan alasan artikulasi yang kurang jelas dan jawaban dianggap tidak lengkap. Meskipun banyak pihak menilai jawaban tersebut benar, pembelaan Josepha dilaporkan tidak dihiraukan oleh pembawa acara maupun para juri di lokasi lomba.
Dalam sambungan video call, Rifqinizamy secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas pengalaman tidak menyenangkan yang menimpa siswi kelas 11 tersebut. Ia menegaskan bahwa pihak MPR RI sebagai penyelenggara resmi akan segera memberikan klarifikasi serta permohonan maaf secara institusional kepada pihak yang dirugikan.
Motivasi kuat di balik respons cepat ini diakui Rifqi karena adanya ikatan emosional sebagai alumni SMAN 1 Pontianak periode 1998-2001. Ia menyatakan tindakan ini bertujuan untuk membela kehormatan siswa-siswi dari almamaternya yang sedang menuntut ilmu.
Rifqinizamy Karsayuda sendiri merupakan politisi Partai NasDem yang menjabat untuk periode 2024-2029. Sebelum terjun sepenuhnya ke dunia politik, ia memiliki rekam jejak sebagai akademisi di Universitas Lambung Mangkurat dan ahli hukum tata negara yang sering bersidang di Mahkamah Konstitusi.
Pria kelahiran 1982 ini juga tercatat sebagai pemimpin firma hukum TKNP Law Firm di Jakarta dan mengemban posisi di Dewan Pakar Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi). Josepha Alexandra saat ini masih berstatus sebagai siswi aktif di sekolah tersebut sebelum nantinya menindaklanjuti tawaran pendidikan ke luar negeri tersebut.