Legenda sepak bola Inggris, Wayne Rooney, melontarkan kritik tajam terhadap regulasi Premier League setelah insiden kartu merah kontroversial mewarnai laga antara Wolverhampton Wanderers dan Sunderland pada Sabtu, 2 Mei 2026. Rooney menilai aturan pengusiran pemain akibat tindakan menarik rambut sebagai kebijakan yang tidak masuk akal dalam olahraga fisik.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Molineux tersebut berakhir dengan skor imbang 1-1. Sebagaimana dilansir dari Bola, Sunderland harus bermain dengan sepuluh orang sejak menit ke-24 setelah bek mereka, Ballard, diusir keluar lapangan oleh wasit Paul Tierney.
Keputusan tersebut diambil setelah Tierney meninjau monitor Video Assistant Referee (VAR) di pinggir lapangan. Ballard dinilai melakukan pelanggaran serius karena menarik rambut penyerang Wolves, Tolu Arokodare, saat keduanya terlibat dalam perebutan bola yang sengit.
Kasus serupa tercatat bukan yang pertama kali terjadi pada musim kompetisi ini. Sebelumnya, Michael Keane dari Everton dan pemain Manchester United, Lisandro Martinez, juga sempat dijatuhi hukuman kartu merah akibat jenis pelanggaran yang sama dalam pertandingan berbeda.
"Saya tidak percaya saya duduk di Match of the Day membahas pemain yang diusir karena menarik rambut. Ini konyol. Aturan ini harus diubah," kata Wayne Rooney, Mantan Pemain Timnas Inggris. Ia menegaskan bahwa dalam permainan fisik, pemain sering kali secara tidak sengaja memegang bagian tubuh atau jersey lawan.
Mantan penjaga gawang Inggris, Joe Hart, memberikan dukungan terhadap pandangan Rooney dalam program televisi yang sama. Hart menyatakan bahwa Ballard tidak memiliki niat sengaja untuk menarik rambut, melainkan hanya berupaya memenangkan duel fisik demi menguasai penyerang lawan.
Manajer Sunderland, Regis Le Bris, turut menyuarakan keberatannya meskipun tetap menghormati keputusan wasit. Menurutnya, penerapan aturan tersebut sulit diterima karena kontak fisik dalam duel bola udara sangat sulit dihindari, terutama saat menghadapi lawan dengan karakteristik fisik tertentu.
Le Bris menambahkan bahwa jika aturan ini terus diterapkan secara kaku, para pemain akan menghadapi kendala besar saat harus bertahan melawan penyerang berambut panjang. Situasi ini dinilai dapat mengganggu kewajaran dalam melakukan teknik bertahan yang normal dalam sepak bola profesional.