Rosenior Ancam Coret Pemain Chelsea Tidak Disiplin

Liam Rosenior, manajer Chelsea, memberikan peringatan keras. Pemain yang tidak disiplin terancam tidak akan dipilih dalam pertandingan.

Manajer Chelsea, Liam Rosenior, memberikan peringatan tegas kepada para pemainnya terkait masalah disiplin. Rosenior menyatakan tidak akan memilih pemain yang tidak bisa menjaga sikap dan terlibat masalah dengan wasit.

Ketegasan ini muncul setelah Pedro Neto menerima kartu merah saat Chelsea kalah 1-2 dari Arsenal. Kartu merah tersebut menjadi yang kesembilan bagi The Blues musim ini, catatan yang membuat Rosenior geram.

Rosenior ingin membangun budaya akuntabilitas di ruang ganti untuk mengatasi masalah tersebut. Ia menyoroti kartu kuning akibat protes yang diterima pemain senior seperti Neto dan Enzo Fernandez saat melawan Arsenal.

Menjelang fase akhir musim, Rosenior menekankan pentingnya menjaga emosi. Menurutnya, peluang menang Chelsea meningkat drastis ketika bermain dengan 11 pemain.

"Jika Anda melihat statistik kami, ketika kami bermain dengan 11 orang di lapangan, peluang kami untuk menang meningkat drastis," kata Rosenior.

Rosenior menjelaskan bahwa kemunduran dalam pertandingan tidak selalu disebabkan kesalahan besar, tetapi juga reaksi negatif terhadap keputusan wasit. Pemilihan pemain ke depan akan dipengaruhi aspek disiplin.

"Saya tidak bisa menjalani satu musim dengan kartu merah setiap dua atau tiga pertandingan. Itu tidak mungkin. Saya harus melihat perbaikan dalam hal itu. Saya perlu menyesuaikan pemilihan tim berdasarkan siapa yang menunjukkan kemampuan tersebut," cetusnya.

Neto telah meminta maaf kepada rekan-rekannya usai menerima dua kartu kuning dalam empat menit saat melawan Arsenal. Kekalahan itu membuat Chelsea turun ke posisi keenam klasemen, tertinggal enam poin dari Aston Villa.

Selain disiplin, Rosenior memberi perhatian khusus pada pertahanan situasi bola mati. Skuadnya telah tujuh kali kebobolan dari sepak pojok dalam 13 laga terakhir.

Ia juga menilai perlu ada evaluasi di akhir musim terkait praktik saling tarik-menarik dan kerumunan pemain di sekitar kiper saat situasi sepak pojok.

"Saya pikir itu sesuatu yang memberi keuntungan yang tidak adil bagi tim tertentu," kata Rosenior.

Recommended