Senne Lammens Jadi Rekrutan Vital Manchester United?

Penampilan solid Senne Lammens di bawah mistar gawang memberikan dampak signifikan bagi Manchester United, terutama saat melawan Everton.

Senne Lammens dipercaya menjadi starter dan tampil solid di bawah mistar gawang Manchester United. Penampilan gemilangnya bahkan membuatnya menjadi rekrutan terpenting MU musim panas lalu.

Pertandingan Premier League kerap diwarnai kemelut di kotak penalti, terutama saat terjadi sepak pojok. Kobbie Mainoo bahkan sempat menyamakan situasi tersebut dengan adegan Royal Rumble di Instagram.

Untuk mengatasi situasi tersebut, salah satu solusi efektif adalah dengan memiliki kiper yang mampu menerobos kerumunan, menangkap bola, dan meninju bola menjauh dari bahaya.

Dalam kemenangan 1-0 atas Everton pada Selasa (24-2-2026) dini hari WIB, Senne Lammens menunjukkan kualitas tersebut. Ia tampil tenang, dingin, dan terkendali, meredam kekacauan di kotak penalti.

Sepanjang laga, kiper berusia 23 tahun itu tampil solid mengatasi tekanan dari tim asuhan David Moyes. Bahkan, performanya meningkat saat Everton makin agresif memburu gol penyeimbang.

Lammens berulang kali hadir di titik yang tepat, menangkap bola dengan dua tangan atau meninju bola menjauh dari zona berbahaya di tengah desakan pemain lawan dan kawan.

"Itu sudah agak berlebihan buat saya, secara pribadi," kata Lammens kepada Sky Sports usai laga. "Saya bahkan tidak bisa berada di dalam gawang; saya harus berdiri di belakang garis untuk bisa keluar. Itu terlalu banyak, tapi sulit bagi wasit untuk melihatnya," tambahnya.

Everton unggul jauh dalam statistik tekanan dengan 10 sepak pojok berbanding satu milik MU, serta 35 umpan silang berbanding enam. Namun, hanya lima umpan silang Everton yang menemui sasaran. Dua di antaranya berhasil ditangkap Lammens, empat lainnya dipukul menjauh.

Hasilnya, Lammens mencatatkan clean sheet ketiganya dalam enam laga di bawah asuhan Michael Carrick. Sebelumnya, ia hanya mencatat dua nirbobol dalam 16 pertandingan.

Usai pertandingan, Carrick menyebut penampilan Lammens sebagai teladan, sementara Moyes menyebutnya luar biasa.

"Kami berharap kiper mereka tidak bermain sebaik itu," jawab Moyes ketika ditanya tentang strategi sepak pojok Everton.

"Harapan itu jelas meleset," ucapnya.

Kemampuan Lammens menguasai bola-bola udara memang sudah lama menjadi kekuatannya. Seiring waktu, ia juga menyempurnakan aspek lain dalam permainannya. Laga kontra Everton menjadi pengingat bahwa ia pun piawai dalam tugas paling mendasar seorang penjaga gawang: mencegah bola masuk ke gawang.

Musim ini, Lammens memimpin statistik expected goals prevented (xGP) per 90 menit di antara kiper Premier League, dengan rata-rata menyelamatkan timnya dari kebobolan sekitar 0,2 gol per laga. Khusus melawan Everton, angkanya mencapai 0,86.

Salah satu momen krusial terjadi pada menit ke-83 saat ia menggagalkan tembakan jarak jauh Michael Keane. Penyelamatan itu terlihat dramatis. Namun, intervensi-intervensi "biasa" yang jarang masuk cuplikan sorotan juga tak kalah penting.

Ia dengan aman menangkap tendangan bebas James Garner menjelang turun minum dan menutup peluang Tyrique George di akhir laga tanpa memantulkan bola ke area berbahaya.

Keputusan menangkap, bukan menepis, itulah yang mencegah peluang kedua atau sepak pojok tambahan bagi lawan.

Investasi yang Tepat

Carrick bahkan mengakui adanya kemiripan karakter Lammens dengan mantan rekan setimnya, Edwin van der Sar, yang juga memuji kiper Belgia itu saat menjadi analis di Sky Sports.

Carrick memuji bagaimana Lammens beradaptasi dengan tekanan besar, mengingat ia direkrut setelah baru satu musim penuh bermain di kasta tertinggi Belgia.

Manajemen MU juga layak mendapatkan pujian karena berani mengambil risiko pada kiper muda dengan rekam jejak terbatas, termasuk pencari bakat Tony Coton yang mendorong perekrutannya.

Selain Lammens, tiga pemain anyar lainnya juga berperan dalam gol penentu kemenangan melawan Everton. Matheus Cunha membuka ruang bagi Bryan Mbeumo, sebelum Benjamin Sesko melakukan sprint panjang dan mencetak gol keenamnya dalam tujuh pertandingan.

Seluruh rekrutan musim panas Setan Merah tampil solid di musim debut mereka dan memberikan kontribusi nyata. Namun, dari trio lini serang senilai total 194 juta paun itu, Lammens mungkin memberikan dampak terbesar dari bawah mistar.

Perbedaan antara ketenangan dan kestabilan Lammens dibanding sejumlah pendahulunya terasa jelas di hampir setiap pertandingan. Tim dengan kiper yang lebih ceroboh mungkin akan kehilangan dua poin dalam laga seperti ini. Akan tetapi, Lammens tak menjatuhkan apa pun, tak peduli seberapa kacau situasi di sekelilingnya.

Recommended