Sebanyak 480 siswa Sekolah Dasar kelas 1 hingga 3 dari 16 sekolah berpartisipasi dalam pembukaan MilkLife Festival SenengMinton 2026 di Sasana Krida GOR Satria, Purwokerto, pada Kamis (30/4/2026). Dilansir dari Bola, ajang ini digelar sebagai langkah awal untuk menanamkan kecintaan terhadap olahraga bulu tangkis kepada anak-anak sejak usia dini.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation ini bekerja sama dengan Pengurus Provinsi (Pengprov) PBSI Jawa Tengah. Program ini bertujuan membangun fondasi karakter dan sportivitas melalui rangkaian permainan yang dirancang secara interaktif dan menyenangkan bagi para peserta didik.
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menjelaskan bahwa festival ini merupakan upaya menciptakan proses pembibitan atlet yang terstruktur. Melalui pendekatan yang menggembirakan, diharapkan muncul motivasi bagi siswa untuk menekuni olahraga badminton secara serius di masa depan.
"Kami percaya atlet yang hebat dan berprestasi berawal dari rasa senang saat melakoni suatu olahraga. Dengan demikian diharapkan Indonesia akan memiliki generasi penerus atlet badminton yang kompetitif dan membanggakan bangsa," kata Yoppy Rosimin, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation.
Wakil Ketua Pengprov PBSI Jawa Tengah, Yuni Kartika, menekankan bahwa penguatan ekosistem di level akar rumput sangat krusial bagi prestasi jangka panjang. Konsistensi dalam mengenalkan olahraga di daerah yang belum terjangkau secara optimal menjadi kunci keberhasilan regenerasi atlet nasional.
Pihak PBSI Jawa Tengah berencana memperkuat jalur pembinaan lanjutan berdasarkan animo positif dari peserta di Purwokerto. Langkah ini mencakup pemetaan potensi atlet muda, peningkatan kualitas pelatih lokal, serta penguatan peran klub sebagai wadah pengembangan bakat siswa setelah festival berakhir.
Sistem perlombaan dalam festival ini menggunakan penilaian individu berdasarkan catatan waktu tercepat di setiap kategori. Peserta kelas 3 menghadapi lima tantangan fisik, termasuk Pyramid Shuttlecock dan Service to Target, sementara kategori kelas 1 dan 2 melewati empat tantangan tanpa uji servis ke target.
Setiap sekolah mengirimkan delegasi dengan jumlah yang telah ditentukan, yakni 6 siswa untuk kelas 1, 10 siswa kelas 2, dan 14 siswa kelas 3. Setelah Purwokerto, rangkaian festival dijadwalkan berlanjut ke empat kota lain di Jawa Tengah, yakni Magelang pada 24 September, Solo pada 1 Oktober, Semarang pada 28 Oktober, dan berakhir di Kudus pada 1 November 2026.