Donald Trump Klaim Perang AS-Iran Berakhir dan Dorong Diplomasi

Presiden AS Donald Trump menyatakan perang dengan Iran hampir berakhir dan Teheran menunjukkan keinginan untuk menyepakati perdamaian diplomatik.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeklaim konflik bersenjata antara negaranya dengan Iran hampir selesai pada Rabu (15/4/2026). Trump menyebut otoritas di Teheran saat ini mulai menunjukkan keinginan kuat untuk mencapai kesepakatan damai secara diplomatik.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump setelah mengevaluasi kondisi militer lawan yang dianggap sudah melemah secara signifikan. Dilansir dari Detik Finance, Trump menyatakan bahwa kekuatan militer Iran telah dikalahkan sepenuhnya oleh pasukan Amerika Serikat dalam rangkaian operasi sebelumnya.

"Kita telah mengalahkan mereka secara militer, sepenuhnya. Saya pikir ini hampir berakhir, saya melihatnya hampir berakhir," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Kekalahan militer Iran tersebut diprediksi Trump akan berdampak jangka panjang pada pemulihan negara tersebut. Ia menilai Teheran setidaknya membutuhkan waktu sekitar 20 tahun untuk membangun kembali infrastruktur dan stabilitas nasionalnya pascakonflik.

Meskipun mengklaim kemenangan militer, Trump menegaskan bahwa proses tersebut belum sepenuhnya tuntas dan pengawasan tetap dilakukan. Ia mengindikasikan adanya optimisme pasar global terhadap solusi diplomatik, meskipun perundingan damai pada akhir pekan lalu sempat mengalami kegagalan.

Intervensi militer AS terhadap Iran terus dibela oleh Trump dengan alasan keamanan global, terutama guna mencegah pengembangan senjata nuklir oleh Teheran. Ia memprediksi berakhirnya perang akan memicu lonjakan harga di pasar saham dan menstabilkan harga minyak dunia yang sempat melonjak.

Rencana negosiasi lanjutan kini tengah dipersiapkan oleh pihak Gedung Putih untuk mempercepat proses perdamaian kedua negara. Trump mengungkapkan bahwa pembicaraan baru antara delegasi Washington dan Teheran dijadwalkan berlangsung di Islamabad, Pakistan, dalam kurun waktu dua hari ke depan.

Recommended