Donald Trump Tunda Project Freedom di Selat Hormuz Demi Dialog Iran

Presiden AS Donald Trump menunda operasi militer Project Freedom di Selat Hormuz pada Rabu (6/5/2026) untuk memberi ruang kesepakatan damai dengan Iran.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan penundaan Project Freedom di Selat Hormuz pada Rabu (6/5/2026) guna menjajaki peluang kesepakatan damai dengan Iran. Penangguhan operasi yang bertujuan menjamin kebebasan navigasi ini dilakukan menyusul adanya permintaan dari sejumlah negara seperti Pakistan.

Keputusan tersebut diambil di tengah klaim Trump mengenai keberhasilan militer AS dalam operasi sebelumnya terhadap Iran. Dilansir dari Medcom, Trump menyatakan adanya kemajuan besar menuju kesepakatan final dengan perwakilan negara tersebut melalui platform Truth Social.

"Kami telah sepakat bersama bahwa, sementara blokade akan tetap berlaku sepenuhnya, Project Freedom (pergerakan kapal melalui Selat Hormuz) akan dijeda untuk waktu singkat guna melihat apakah kesepakatan itu dapat difinalisasi dan ditandatangani," kata Donald Trump, Presiden Amerika Serikat.

Langkah diplomasi ini muncul setelah periode ketegangan tinggi yang terjadi sejak akhir Februari 2026. Pada 28 Februari lalu, kekuatan militer Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke puluhan target di wilayah Iran, termasuk ibu kota Teheran.

Operasi militer tersebut dilaporkan merusak infrastruktur penting dan menyebabkan jatuhnya korban jiwa dari kalangan sipil Iran. Pihak Iran merespons tindakan tersebut dengan melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel serta berbagai fasilitas militer milik AS yang tersebar di Timur Tengah.

Eskalasi konflik di kawasan tersebut memicu blokade de facto di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital distribusi energi dunia. Jalur navigasi ini menjadi rute utama pengiriman minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dari negara-negara Teluk Persia menuju pasar global.

Gangguan distribusi di Selat Hormuz telah berdampak langsung pada stabilitas ekonomi internasional. Kondisi ini menyebabkan lonjakan harga minyak mentah di pasar global serta meningkatkan tekanan inflasi di berbagai belahan dunia akibat terhambatnya pasokan energi utama.

Recommended